Warga Negeri Wakal di Maluku Tengah Sudah Salat Tarawih dan Puasa Hari Ini

27 Februari 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Masyarakat Negeri Wakal, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menjalankan Salat Tarawih, Rabu (26/2/2025) dan mulai menjalankan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah hari ini, Kamis (27/2/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat Negeri Wakal, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menjalankan Salat Tarawih, Rabu (26/2/2025) dan mulai menjalankan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah hari ini, Kamis (27/2/2025). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Warga Negeri Wakal, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mulai berpuasa Ramadan 2025 hari ini, Kamis (27/2). Mereka menjalankan puasa lebih awal dari keputusan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Pada Rabu (26/2) malam, puluhan warga di sana sudah menggelar salat Tarawih berjemaah di Masjid Nurul Awal.
Raja Wakal, Ahaja Suneth, mengatakan, pelaksaan salat Tarawih dan puasa Ramadan lebih awal dari pemerintah ini berdasarkan pada hitungan bulan yang mereka anut. Hal ini sudah dilakukan secara turun temurun.
"Bukan tidak mau ikut negara, tetap NKRI harga mati, tapi perhitungan satu Ramadan tetap pada bulan, bukan pada almanak. Jelas memang mau 30 hari, 29 hari sama saja, tapi sesuai dengan bulan hitungannya tetap 30 hari, tidak bisa lewat karena Syakban itu cuma 29 hari, Ramadan 30 hari," ujarnya.
Masyarakat Negeri Wakal, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menjalankan Salat Tarawih, Rabu (26/2/2025) dan mulai menjalankan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah hari ini, Kamis (27/2/2025). Foto: kumparan
Menurut Raja Wakal, awal mereka berpuasa lebih dahulu bukan tanpa alasan atau mendahului pemerintah. Sebab berdasarkan perhitungan untuk menentukan awal Ramdhan berpatokan pada bulan Syakban.
ADVERTISEMENT
"Dengan berpuasa terlebih dahulu, sudah pasti kami warga Wakal juga akan menjalankan Idul Fitri lebih awal dari pemerintah," ucapnya.
Raja Wakal berpendapat bulan Syakban, bulan sebelum Ramadan, berusia 29 hari menurut perhitungan yang mereka pedomani.
"Jadi kebanyakan orang salah perhitungan, mereka kira Syakban 30 hari. Syakban itu 29 hari, bukan 30 hari, kemarin hitungannya satu hari bulan hari Selasa, Selasa ke Selasa berarti 29, Rabunya itu pas 30 hari, tapi saya tidak mau, saya mau langsung harus 1 Ramadan pas hari Kamis," jelasnya.

Sidang Isbat Kemenag RI

Pemerintah lewat Kemenag RI baru akan akan menggelar sidang isbat (penentuan) awal Ramadan pada Jumat, 28 Februari besok.
Sedangkan PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 1 Maret.
Prediksi awal Ramadan 2025 menurut Thomas Djamaluddin dari BRIN Foto: BRIN TV
Ahli astronomi BRIN yang biasa terlibat sidang isbat, Thomas Djamaluddin, mengatakan, ada kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada Minggu, 2 Maret. Jika itu menjadi nyata, maka awal Ramadan pemerintah dan Muhammadiyah akan berbeda.
ADVERTISEMENT