Warga Padati Lokasi Rekonstruksi Pembunuhan di Rumah Hakim Jamaluddin

Ratusan warga memadati rumah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin di Komplek Royal Monaco, Kota Medan, Kamis (16/1).
Mereka ingin menyaksikan rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin yang tewas dieksekusi istrinya Zuraida Hanum dan dua orang suruhannya, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.
Masyarakat mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Jumlah warga terus bertambah hingga mencapai ratusan, sehingga polisi terpaksa memasang police line di depan rumah Jamaluddin agar warga tidak masuk ke dalam.
Warga juga berebut berdiri paling depan agar bisa menyaksikan jalanya rekonstruksi. Seperti yang dilakukan Ardian (50) bersama dua rekannya.
"Saya ke sini mau lihat langsung kegiatan reka adegan, kasus ini begitu booming, kok tega ya istri rela menghabisi nyawa suaminya begitu kejam," ujar Ardian.
Sementara hingga pukul 10.00 WIB rekonstruksi belum dilakukan, sejumlah polisi masih terus berjaga di rumah Jamaluddin.
Rekonstruksi hari ini rencananya dilakukan di tiga tempat berbeda yakni di Jalan Karya Wisata, rumah korban yang berada di Komplek Perumahan Royal Monaco hingga di lokasi pembuangan jasad di lahan sawit di Desa Sukarame, Kecamatan Namobintang, Kabupaten Deli Serdang. Adapun fokus reka adegan lebih pada proses eksekusi hingga pembuangan jasad korban.
Sebelumnya Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado, Jumat (29/11) di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
Setelah menyelidiki hampir 40 hari, polisi berhasil mengungkap kasus, pelakunya ternyata istri korban, Zuraida Hanum. Dia dibantu oleh dua orang eksekutor yakni Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.
Zuraida mengaku nekat menghabisi suaminya karena tidak tahan dengan tingkah laku Jamaluddin, yang kerap berselingkuh dengan wanita lain.
"Dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan mengadu ke kakak kandungnya, adik kandungnya, tapi mereka tak berdaya apa-apa," ujar Zuraida saat proses rekonstruksi di Warung Every Day, Senin (13/1) kemarin.
