Warga Pakis Surabaya Antusias Coba Sistem Perlinsos, Verifikasi Bansos Mandiri
ยทwaktu baca 3 menit

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan uji coba sistem bantuan sosial (bansos) berbasis digital Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Surabaya.
Uji coba tersebut diikuti oleh 200 warga di Kantor Kelurahan Pakis, Surabaya, pada Jumat (12/6). Nampak, antusiasme warga mengikuti uji coba tersebut.
Sedari pagi, mereka sudah berbondong-bondong datang ke Kantor Kelurahan Pakis. Kemudian, warga Kelurahan Pakis itu secara bergiliran maju ke meja yang telah disediakan.
Mereka dipandu oleh para agen yang telah dilatih untuk membimbing warga menginput data kelayakan penerimaan manfaat bansos di portal Perlinsos.
Warga menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta identitas pendukung lainnya untuk diinput dalam portal itu. Setelah itu, agen memandu warga untuk verifikasi wajah agar memastikan data penerima bansos.
Hanya menunggu beberapa detik, di portal tersebut muncul keterangan layak atau tidaknya warga menerima bansos. Jika tidak layak, maka di portal tersebut akan muncul keterangan alasan secara detail.
Meski tanpa agen, warga dapat memverifikasi secara mandiri melalui ponselnya masing-masing melalui portal Perlinsos.
Antusiasme uji coba ini juga ditunjukkan oleh satu warga bernama Arinda Prasanti (42) warga Kembang Kuning Kulon, Pakis.
Arinda mengatakan dirinya hari ini mendaftarkan Program Keluarga Harapan (PKH) serta bansos sembako.
Ia dibantu oleh agen Perlinsos dalam pendaftaran tersebut dan dinyatakan layak menerima manfaat karena memenuhi kriteria.
"Iya (cepat), enggak (rumit). Cuma tadi masih dibantu sama Mas-nya," ujar Arinda saat ditemui di Kelurahan Pakis, Surabaya, Jumat (12/6).
Menurutnya, dengan memanfaatkan portal Perlinsos ini, pengajuan bansos menjadi lebih cepat, mandiri serta transparan.
"Ya agak lebih cepat sih prosesnya. Cuma kasihan yang kayak lansia itu agak bingung. Ada yang HP-nya enggak bisa itu juga tadi itu. Terus dibantu pakai HP-nya Mas-nya tadi. Terus akhirnya bisa," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pengajuan PKH tersebut digunakan untuk membayar sekolah anaknya yang akan menghadapi ujian sekolah.
"Alhamdulillah saya buat bayar SPP karena anak mau ulangan. (Anak) yang pertama barusan lulus ini kemarin itu, yang kedua itu naik SMK kelas 2. (Anak) tiga, satu masih belum sekolah. Yang barusan satu aja yang lulus ini. Ini juga langsung kerja alhamdulillah," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Gugus Tugas Komite PTDP, Rahmat Danu Andika, mengatakan bahwa mulai bulan depan uji coba Perlinsos ini akan digencarkan skala besar mulai bulan depan dengan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo.
"Targetnya rencananya bulan depan Pak Presiden, seperti terakhir laporan Pak Luhut ke Pak Presiden, bulan depan akan ada peninjauan langsung sekaligus kick off skala agak lebih besar oleh presiden di Bali," ujar Andika.
"Jadi sekarang ini kan kita sedang berjalan di Surabaya. Ini kan part dari 42 (kabupaten/kota) nih, tapi bahkan part kecilnya dulu nih. Nah, alhamdulillah sudah kita lihat sih sudah makin pede ya," tambahnya.
Ia menyampaikan, selain verifikasi bansos, sistem Perlinsos ini nantinya bisa menjadi acuan berbagai program subsidi, seperti subsidi listrik, gas, pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP), pengajuan dana UMKM, bantuan pinjaman dan lainnya.
"Jadi, sekarang kita ingin sistem ini sebetulnya lebih dari sekadar hanya untuk bansos, ini meng-introduce bahwa kita bisa loh punya sistem penyasaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, mengurangi potensi korupsi, mengurangi potensi moral hazard, dan pertanggung jawabannya jadi lebih nyaman untuk semua," kata dia.
Dengan adanya sistem ini, kata dia, penentuan kelayakan penerima bantuan langsung melalui sistem yang terintegrasi oleh sejumlah instansi dan kementerian.
"Kalau sebelumnya orang enggak terima nanya, 'Kok saya enggak dapat bansos?' Dia memang enggak bisa jawab apa-apa, karena pusat yang tahu langsung sistem," ucapnya.
