Warga Perumahan di Depok Protes Penutupan Jalan Alasan COVID-19 dan Curanmor

Warga di perumahan Bumi Sawangan Indah 2 (BSI), Kelurahan Pegasinan, Kecamatan Sawangan, Depok, protes terkait penutupan akses Jalan Kutilang Raya- Jalan Anggrek, jalur utama masuknya kompleks itu.
Protes warga itu bahkan viral di media sosial. Warga protes karena ditutupnya jalan itu membuat mobilitas dan aktivitas warga terganggu.
Jalur ini menghubungkan dua rukun warga (RW), yaitu RW 11 dan RW 12. Informasi yang dihimpun kumparan, penutupan akses itu awalnya lantaran untuk mencegah penularan COVID-19.
Namun, ternyata tidak efektif karena masih ada ojol dan pedagang woro-wiri dari akses lain masuk ke dalam kompleks itu. Itulah yang menyebabkan warga protes dan minta kepada pengurus rukun warga membuka portal itu.
Ketua RW12, Budi Marsafli mengatakan, penutupan akses perbatasan antar RW11 dan RW12 merupakan kesepakatan bersama usai ada warga di sekitar yang positif COVID-19.
Kesepakatan bersama itu sudah disaksikan oleh pihak kelurahan.
"Kalau ada warga yang tidak setuju mereka tidak mengerti maksud kami, siapa yang mau bertanggung jawab kalau warga kami terkena COVID-19, kami merujuk dari PSKS dan Kampung Tangguh Jaya di lingkungan kami," ujar Budi, Kamis (11/2).
Budi menjelaskan, di RW12, ada sebanyak 38 warga yang terkena COVID. 6 Warga melakukan isolasi mandiri. Selain itu, kata Budi, penutupan akses jalan dengan portal untuk mencegah terjadinya curanmor. Sebelum dilakukan penutupan portal sebanyak tujuh motor motor yang hilang.
"Sekarang ini sudah tidak ada pencurian hingga penurunan angka COVID-19 di lingkungan kami," terang Budi.
Sementara itu, Ketua RW11, Edi mengungkapkan, penutupan portal tak seharusnya dipermasalahkan lagi oleh warga. Karena selain mencegah penularan COVID-19, juga bisa menekan angka kriminalitas pencurian motor (curanmor).
"Bahkan sejak ditutup portal, warga yang kehilangan motor, pencurinya berhasil ditangkap karena akses jalan yang kita tutup portal sehingga pergerakan maling berhasil dipersempit dan tertangkap," ucap Edi.
Edi menuturkan, warga yang ingin melintas dapat menggunakan akses jalan lain walaupun harus memutar. Tujuannya untuk kepentingan bersama.
"Warga kami sekarang masih ada yang terkena COVID-19 bahkan sebelum ada portal semalam bisa dua hingga tiga motor yang hilang," kata Edi.
Sementara itu, Plt Lurah Pengasinan, Asep Suherman, telah menerima surat keberatan dari warga dan sudah berkoordinasi dengan RW11 dan RW12.
Asep tetap mendukung akses jalan itu ditutup demi kesehatan dan keselamatan warga.
"Di RW11 ada 10 kasus pencurian motor dan RW12 ada enam kendaraan dan penutupan portal memberikan dampak positif sehingga nol persen kasus pencurian motor," ujar Asep.
Asep menuturkan, penutupan akses jalan portal tidak dilakukan sepenuhnya oleh pengurus RW. Kedua RW telah memberikan akses jalan utama yang dibuat satu pintu sehingga setiap kendaraan maupun orang yang masuk dapat dilakukan pengontrolan.
"Atas dasar itu kami tiga pilar Kelurahan Pengasinan menyetujui adanya penutupan akses jalan dengan portal," ucap Asep.
Asep meminta, warga di RW11 dan RW12 bersabar karena penutupan jalan dengan portal demi kepentingan bersama.
Apabila situasinya sudah kondusif angka penyebaran COVID-19 dan curanmor menurun, bukan tidak mungkin akan dibuka kembali atau ada mekanisme dan kebijakan lain pengurus lingkungan untuk kepentingan bersama.
"Kami minta warga bersama untuk pencegahan COVID-19 dan curanmor yang dapat merugikan masyarakat," tutup Asep.
