kumparan
26 Des 2018 12:09 WIB

Warga Pulau Sebesi Belum Menerima Bantuan Usai Tsunami Selat Sunda

Situasi Desa Pulau Sebesi usai diterjang tsunami. (Foto: Dok. Syamsiar)
Warga Desa Pulau Sebesi, Lampung Selatan, belum menerima distribusi bantuan pascatsunami Selat Sunda sejak Sabtu (22/12) lalu. Pulau Sebesi ini merupakan pulau yang cukup parah terdampak tsunami lantaran lokasinya berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau
ADVERTISEMENT
"Gelombang masih tinggi. Belum ada yang distribusi bantuan, lebih 500 jiwa mengungsi ke ketinggian, total penduduk 2.807 jiwa," ungkap Syamsiar, Kepala Desa Pulai Sebesi, dalam keterangan yang diterima kumparan, Rabu (26/12).
Situasi Desa Pulau Sebesi usai diterjang tsunami. (Foto: Dok. Syamsiar)
Menurut Syamsiar, pihaknya bersama warga hingga saat ini masih menyusuri pesisir pantai. Pendataan terhadap warga yang hilang pun masih dilakukan. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah maupun relawan bergerak mendatangi Pulau Sebesi.
"Mereka butuh perlengkapan pengungsian seperti tenda, family kits, stok makanan dan lain-lain, 1 balita dikabarkan hilang," ungkapnya.
Situasi Desa Pulau Sebesi usai diterjang tsunami. (Foto: Dok. Syamsiar)
Situasi Desa Pulau Sebesi usai diterjang tsunami. (Foto: Dok. Syamsiar)
kumparan bekerja sama dengan Radio Prambors untuk menggalang dana bagi para korban tsunami Anyer dan Lampung. Penggalangan dana dilakukan secara online melalui platform Kitabisa. Mari salurkan bantuan Anda dalam tautan berikut:
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan