Warga Pulau Sebesi Ikut Cari 5 Wartawan yang Hilang di Perairan Anak Krakatau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026).  Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Lima wartawan yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini belum ditemukan. Warga Pulau Sebesi, Lampung, juga sempat ikut dalam pencarian rombongan tersebut.

Darul, warga Pulau Sebesi, mengatakan belum ada informasi kelima wartawan itu tiba di wilayah permukiman Pulau Sebesi. Menurutnya, rombongan tersebut kemungkinan belum sempat singgah di pulau tersebut sebelum hilang kontak.

“Sejauh ini di Pulau Sebesi, nggak ada, Bang,” kata Darul saat dihubungi, Rabu (9/9).

“Yang saya tau mereka belum sempet ke Sebesi, Bang,” lanjutnya.

Darul mengatakan warga Pulau Sebesi mengetahui informasi hilangnya rombongan wartawan pada Selasa (8/9). Sejumlah warga kemudian ikut melakukan pencarian di sekitar pulau, tetapi belum menemukan petunjuk keberadaan mereka.

“Iya ada warga juga yang ikut mencari tapi belum mendapatkan petunjuk,” ujarnya.

Dia menyebut kondisi perairan di sekitar Pulau Sebesi dan Anak Krakatau sempat mengalami gelombang yang cukup tinggi saat rombongan wartawan tersebut berangkat.

“Karena pas hari keberangkatan wartawan, itu memang gelombang di Sebesi atau di sekitaran Anak Gunung Krakatau lumayan tinggi,” kata Darul.

Meski sempat terjadi angin kencang akibat perubahan cuaca, kondisi perairan saat ini disebut sudah membaik.

“Sempat, karena mungkin lagi perubahan cuaca,” ujarnya.

“Tapi kalau kita orang pulau sudah biasa,” lanjut Darul.

“Tetap berjalan normal untuk penyeberangan atau nelayan beraktivitas,” sambungnya.

Lima wartawan yang kini belum diketahui keberadaannya tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara; Arie Basuki dari Merdeka; Yudis dari iNews; Daus dari Anadolu; dan Donal, wartawan freelance. Mereka berangkat bersama tiga kru kapal.

Rombongan bertolak dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (7/9).

Kepala Desa Sukajadi Sandi Wyasa sebelumnya membenarkan speedboat yang mengangkut rombongan tersebut hilang kontak. Selain lima wartawan, kapal itu membawa seorang tour guide dan dua kru kapal.

Kontak terakhir diketahui dilakukan tour guide bernama Heri Bonsay. Ia sempat mengirim foto kepada istrinya saat berada di sekitar Anak Krakatau pada pukul 18.14 WIB.

Hingga Rabu (9/9), tim SAR gabungan dari Banten dan Lampung bersama Polri masih melakukan pencarian terhadap rombongan tersebut.