Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dibongkar petugas gabungan, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dibongkar petugas gabungan, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dibongkar petugas gabungan Satpol PP dan polisi pada Rabu (27/5). Alat berat diterjunkan untuk mengeksekusi bangunan-bangunan tersebut.

Pembongkaran kios dan bangunan liar yang berdiri di kawasan itu sempat mendapat penolakan dari pedagang. Namun, mereka merelakan untuk ditertibkan usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM terjun langsung dan menjanjikan dana kompensasi sebesar Rp 10 juta.

Salah satu pemilik bangunan, Dayat (40), menjelaskan alasan warga sempat menolak pembongkaran tersebut.

"Sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan pemilik bangunan. Pasalnya penertiban dilakukan lebih cepat dibandingkan jadwal yang sudah diinformasikan sebelumnya. Saya sempat tanya-tanya, katanya dikasih waktu sampai Kamis (besok), tapi ternyata malah hari ini ditertibkan. Makanya tadi sempat ada protes," kata Dayat.

Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dibongkar petugas gabungan, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Dayat mengungkapkan, ketegangan mereda setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang untuk berdialog langsung dengan para pedagang.

"Setelah dialog. Dijanjikan kompensasi Rp 10 juta. Setelah itu ketegangan mereda. Warga langsung membersihkan sendiri barang-barangnya," ucapnya.

Dayat yang sudah 20 tahun berjualan di kawasan Puncak Cianjur tersebut mengaku akan menggunakan dana kompensasi untuk membuka usaha di tempat lain.

"Uangnya mau dipakai modal lagi, buka kios di tempat lain," ujarnya.

KDM Berikan Kompensasi

Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dibongkar petugas gabungan, Rabu (27/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membagikan momen saat mendatangi kios warga di jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Ia bertemu para warga pemilik bangunan tersebut.

Dalam unggahan di Instagram-nya, KDM mengatakan warga awalnya menangis dan marah ke KDM karena warungnya mau digusur. Tapi akhirnya mereka menerima keputusan tersebut setelah diberikan solusi.

"Ibu ini asalnya nangis sama saya, marah, karena warungnya mau digusur. Tapi setelah diberikan solusi yang tidak punya rumah akan dibangunkan rumah. Yang perlu tempat tinggal dikontrakin dulu. Uang kompensasinya sudah masuk tinggal dicairkan," ujar KDM di antara para warga.

instagram embed

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo, mengatakan dana kompensasi tersebut diberikan oleh Pemprov Jabar melalui rekening dari pedagang yang sudah didata.

"Betul tadi disampaikan langsung oleh pak Gubernur akan ada dana kompensasi untuk yang ditertibkan," kata Djoko.

Menurutnya, bantuan rumah tinggal akan diberikan pada pedagang atau pemilik bangunan yang belum memiliki rumah.

"Kalau yang belum punya rumah nanti didata, kemudian disiapkan rumah. Jadi khusus yang belum punya rumah. Nanti didata oleh Kades," kata dia.

Djoko menambahkan, penertiban kios dan bangunan liar dilakukan untuk penataan kawasan Puncak. Pasalnya Puncak akan difokuskan kembali menjadi tujuan wisata di Jawa Barat.

"Puncak dua akan dibangun untuk alternatif jalan. Sedangkan Puncak I difungsikan kembali sebagai jalur wisata. Makanya ditata kembali, diawali dengan penertiban bangunan liar," kata dia.

Menurut Djoko, saat ini ada 40 bangunan yang ditertibkan. Nantinya penertiban dilanjut ke titik lain sepanjang Jalur Puncak.

"Untuk titik ini ada 40 kios dan bangunan. Nanti yang di bawah juga akan ditertibkan di agenda berikutnya," pungkasnya.