Warga Selandia Baru Gelar Demo Tolak Wajib Vaksin dan Lockdown

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pengunjuk rasa berunjuk rasa menentang pembatasan dan mandat vaksin di Wellington, Selandia Baru, Selasa (9/11//2021). Foto: Praveen Menon/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Para pengunjuk rasa berunjuk rasa menentang pembatasan dan mandat vaksin di Wellington, Selandia Baru, Selasa (9/11//2021). Foto: Praveen Menon/Reuters

Ratusan warga Selandia Baru menggelar unjuk rasa di depan gedung parlemen pada Selasa (9/11/2021). Demo digelar untuk menolak wajib vaksin dan lockdown.

Unjuk rasa di depan gedung parlemen berjalan damai. Meski demikian, mayoritas pengunjuk rasa tidak memakai masker.

Pada unjuk rasa tersebut massa membawa spanduk bertuliskan: "Kebebasan" hingga "Kiwi bukan laboratorium uji coba".

Para pengunjuk rasa berunjuk rasa menentang pembatasan dan mandat vaksin di Wellington, Selandia Baru, Selasa (9/11//2021). Foto: Praveen Menon/Reuters

"Saya tidak mau dipaksa untuk sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh saya," ucap seorang warga Selandia Baru yang ikut demo demikian dikutip dari Reuters.

"Bawa kami kembali ke tahun 2018. Sesederhana itu, saya hanya ingin kebebasan saya kembali," sambung dia.

Selandia Baru adalah satu dari sedikit negara yang dapat menanggulangi pandemi COVID-19. Namun, jelang akhir 2021 lonjakan kasus virus corona terjadi akibat penyebaran varian Delta.

Para pengunjuk rasa berunjuk rasa menentang pembatasan dan mandat vaksin di Wellington, Selandia Baru, Selasa (9/11//2021). Foto: Praveen Menon/Reuters

Lantaran penambahan kasus semakin tinggi Perdana Menteri Jacinda Ardern memperluas vaksinasi dan memberlakukan lockdown. Wajib vaksin berlaku bagi guru dan tenaga kesehatan.

Ardern berjanji lockdown dan berbagai pembatasan akan dilonggarkan saat vaksinasi di Selandia Baru mencapai 90 persen.