Warga Tamansari Setahun Usai Digusur: Kami Ingin Berdialog dengan Walkot Bandung

6 Februari 2021 20:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga Tamansari yang rumahnya digusur berada di pengungsian. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga Tamansari yang rumahnya digusur berada di pengungsian. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Lebih dari setahun, 8 kepala keluarga warga Tamansari, Bandung, yang rumahnya digusur pada akhir 2019 lalu masih bertahan di posko pengungsian.
ADVERTISEMENT
Di Masjid Al-Islam yang letaknya tak jauh dari lokasi penggusuran, mereka menghabiskan hidupnya sambil berhimpitan dengan tumpukan barang seperti pakaian dan peralatan makan.
Seorang warga Tamansari, Budi Rahayu mengatakan, mulanya warga yang bertahan di masjid berjumlah 26 kepala keluarga. Akan tetapi, angka itu berkurang jadi 8 kepala keluarga yang terdiri dari 20 orang sebab ada warga yang akhirnya memutuskan beralih dan ikut tinggal bersama saudaranya.
"Yang di masjid ada 8 KK. Ada empat anak-anak," kata Budi saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu (6/12).
Warga Tamansari yang rumahnya digusur berada di pengungsian. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Setahun tinggal di pengungsian, Budi mengaku warga sudah lelah secara fisik ataupun mental. Kini, menurut dia, warga Tamansari yang masih bertahan di masjid membutuhkan kebutuhan pokok. Sebagian besar di antara mereka, sudah tidak mempunyai penghasilan.
ADVERTISEMENT
"Sekarang mah kebutuhan pokok karena sebagian besar warga tidak punya penghasilan," ucap dia.
Budi pun menuturkan, warga Tamansari masih berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Bandung Oded M. Danial untuk mencari solusi terbaik pasca-penggusuran. Belakangan ini, warga telah berupaya meminta berdialog dengan Oded melalui perantara anggota dewan ataupun sejumlah kepala dinas.
Akan tetapi, pertemuan dengan Oded tidak juga kunjung terlaksana. Pertemuan diharap dapat menjadi momen untuk menemukan solusi terbaik yang berguna bagi dua pihak yakni Pemkot Bandung ataupun warga Tamansari. Diketahui, saat momen penggusuran, sempat terjadi bentrokan di antara warga dan aparat.
"Keinginan kami ini didasarkan atas kesepakatan warga yang telah tinggal lebih dari satu tahun di pengungsian sejak peristiwa penggusuran 12 Desember 2019. Pada tanggal 25 November 2020, sebagian besar dari kami bersepakat untuk melakukan dialog dengan Bapak Wali Kota Bandung," tutur dia.
ADVERTISEMENT
"Dengan tujuan mendapat kebijakan-kebijakan yang dapat saling memberikan solusi terbaik. Terbaik buat kami, dan juga terbaik untuk Pemerintah Kota Bandung atau mencari titik tengah di antara keinginan yang berbeda," lanjut dia.
Keputusan terbaik apa pun yang dihasilkan nanti melalui pertemuan tersebut, lanjut Budi, bakal diterima warga. Asalkan, dialog dan keputusan itu diucapkan langsung oleh Oded. Diharapkan, pertemuan dengan Oded dapat segera terlaksana dalam waktu dekat ini.
"Kami akan sangat menerima keputusan yang terbaik buat semua pihak, asalkan itu terucap langsung dari Bapak kami, Bapak Wali Kota Bandung dan bukan dari pihak-pihak ataupun perantara-perantara mana pun," pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Bandung melakukan penggusuran di RW 11 Kelurahan Tamansari pada Kamis, 12 Desember 2019 lalu untuk proyek pembangunan rumah deret. Proses penggusuran paksa yang dilakukan Satpol PP Pemkot Bandung dibantu personel kepolisian.
ADVERTISEMENT