Warning Menkes: Puncak Omicron Akhir Februari, Bisa Lebih dari 100 Ribu Sehari
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak perlu kaget apabila kasus COVID-19 di Indonesia akan menembus puncak tertinggi, melebihi dari varian Delta pertengahan 2021 lalu.
Budi Gunadi membeberkan situasi COVID-19 di berbagai negara yang kasusnya melonjak akibat varian Omicron.
"Di Amerika kita lihat mereka puncaknya sempat 800 ribu per hari dibandingkan dengan Delta 250 ribu per hari. Di Prancis, kita lihat puncaknya sekarang masih terus naik di 360 ribu kasus per hari dibandingkan dengan delta 60 ribu per hari," ucap Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (31/1).
"Negara yang mirip dengan kita, Brasil, sekarang juga masih naik di kisaran 190 ribu per hari dibandingkan puncaknya Delta 80 ribu per hari. India sekarang 310 ribuan per hari dibandingkan dengan Delta 380 ribuan per hari. Jepang 65 ribu per hari delta 25 ribu per hari," imbuh Budi.
Ia mengakui melonjaknya kasus corona di berbagai negara karena varian Omicron yang penularannya lebih cepat dan tinggi. Budi memastikan Indonesia pasti akan mengalami kejadian yang sama.
"Jadi kalau puncaknya kita dulu pernah 57 ribu per hari, kita mesti siap-siap dan hati-hati dan waspada. Tidak perlu kaget kalau melihat di negara-negara lain itu [kasus positif] bisa 2-3 kali di atas puncak Delta," tuturnya.
Pemerintah memprediksi puncak kasus COVID-19 akibat varian Omicron akan terjadi pada akhir Februari 2022.
Meski begitu, Budi mengaku belum mengetahui berapa banyak kasus positif yang akan terjadi pada puncaknya nanti.
"Kita masih belum tahu berapa puncaknya di Indonesia, yang perkiraan kami akan terjadi di akhir Februari. Tapi tadi kami sudah sampaikan di negara-negara lain bisa 3 kali sampai 6 kali dibanding puncaknya Delta, di mana puncaknya Delta di Indonesia 57 ribu kasus per hari," jelas Budi.
Berdasarkan penjelasan Budi, taruhlah jika angka kenaikan di Indonesia nantinya 2 kali dari puncak Delta (57 ribu), maka bila tidak diminimalisasi dampaknya, kasus corona di Indonesia bisa tembus lebih dari 100 ribu sehari.
Karena itu, sudah seharusnya masyarakat waspada, tapi jangan panik. Sebab, mayoritas kasus Omicron memiliki gejala ringan dan tanpa gejala. Protokol kesehatan dan vaksinasi adalah kunci meredam laju Omicron.
