Waspada Bahaya Cairan Manusia Silver, Buat Pemakai dan Orang di Sekitarnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi manusia silver Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manusia silver Dok. Istimewa

Manusia silver masih kerap ditemui beraksi di persimpangan-persimpangan jalan di Yogyakarta. Maraknya fenomena ini membuat Dosen Fakultas MIPA UGM membedah bahaya cairan yang digunakan manusia silver.

Bahan silver yang digunakan untuk melumuri secara langsung bagian tubuh itu mengandung beberapa bahan kimia berbahaya.

"Dari data analisis menggunakan instrumentasi XRF (X-Ray Fluorescence), ditemukan bahwa penyusun utama bahan kimia dari cairan silver tersebut adalah unsur Al, Cl dan K," kata Ketua pelaksana program pengabdian FMIPA UGM, Prof Endang Tri Wahyuni, dalam keterangannya, Rabu (6/12).

Dalam skala part per million (ppm) ditemukan unsur logam berat yakni Hg (merkuri) dan Cr (kromium). Untuk kandungan unsur perak (Fe), tidak terlalu besar.

Anggota pelaksana program pengabdian, Suherman, mengatakan cairan yang digunakan itu tak hanya berbahaya untuk manusia silver tetapi juga bisa berbahaya bagi orang lain.

"Bahaya juga terjadi saat pembilasan karena bahan kimia cari cairan silver berpotensi masuk ke badan air dan sumber air konsumsi masyarakat," kata Suherman.

Tim ini juga melibatkan mahasiswa untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan ke pelaku manusia silver di beberapa perempatan di Yogyakarta.

"Upaya tersebut dilakukan agar ada perhatian dan kewaspadaan sehingga mengurangi risiko pemakaian larutan silver ke manusia dan lingkungan sekitar," jelasnya.