Waspada Banjir Lahar di Sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peringatan banjir lahar di Gunung Lewotobi Laki Laki. Foto: Dok. PVMBG
zoom-in-whitePerbesar
Peringatan banjir lahar di Gunung Lewotobi Laki Laki. Foto: Dok. PVMBG

Pihak Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, NTT, untuk waspada banjir lahar, Jumat (14/11) malam. Sebab, hingga pukul 21.00 WITa, masih terjadi hujan di sekitar puncak.

"Alat kami merekam adanya getaran banjir dari puncak Gunungapi Lewotobi Laki-laki, kami mengimbau agar masyarakat untuk selalu berhati-hati melintasi daerah yang merupakan jalur lahar hujan," demikian peringatan dari Badan Geologi dalam keterangannya.

Saat ini hujan berhenti. Sehingga Badan Geologi meminta masyarakat berhati-hati bila melintasi jalur-jalur tertentu.

"Terutama jalur jalan nasional Desa Dulipali, jalan dari Desa Nawokote ke Tabana dan Hewa, Desa Kltanlo, Dari Desa Nobo ke Desa Nurabelen,"

Saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level III (Siaga).

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Rabu (15/10/2025) dini hari. Foto: PVMBG

Berikut rekomendasi Badan Geologi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.

  2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

  3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

  5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.