News
·
12 September 2020 8:40

Waspada Klaster Corona di Restoran: RM Bu Fat Semarang dan Soto Lamongan di DIY

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Waspada Klaster Corona di Restoran: RM Bu Fat Semarang dan Soto Lamongan di DIY (102465)
Rumah makan Kepala Manyung Bu Fat di Kelurahan Krobokan Semarang Barat. Foto: kumparan
Klaster virus corona kembali bertambah. Kali ini, ada klaster corona di restoran.
ADVERTISEMENT
Klaster restoran yang pertama adalah klaster soto Lamongan di Yogyakarta. Kasus ini berawal dari ada satu pedagang soto Lamongan yang dinyatakan positif. Setelah Pemkot Yogyakarta melakukan tracing, ditemukan ada 10 orang lagi yang positif corona.
Setelahnya, Pemkot Yogyakarta terus melakukan tracing. Pada Selasa (8/9), terdapat penambahan 4 kasus positif yang berasal dari pembeli, sehingga jumlah kasus menjadi 20 orang.
Tracing pun terus dilakukan secara intensif. Hasilnya pada Rabu (9/9), ada penambahan 3 kasus dari klaster soto Lamongan. Sementara pada Kamis (10/9) ada penambahan 2 kasus baru, menjadikan total kasus klaster soto Lamongan menjadi 25 orang.
Klaster restoran lainnya terjadi di rumah makan Kepala Manyung Bu Fat di Jalan Ariloka, Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Awalnya, tercatat ada 18 orang baik karyawan maupun warga sekitar di rumah makan yang dinyatakan positif corona.
ADVERTISEMENT
"Iya, betul ada 18 warga kami yang terkena COVID-19 dari klaster sebuah rumah makan di wilayah kami," kata Lurah Krobokan, Sarno, kepada wartawan, Jumat (11/9).
Sarno mengungkapkan, 18 orang itu terpapar corona lantaran pemilik rumah makan mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah setempat.
"Menurut pengamatan saya, memang pengelola rumah makan tersebut sedikit lalai, ya. Tempat duduknya kurang tertata dan tidak berjarak, tidak ada petugas khusus yang mengecek suhu tubuh," jelasnya.
Waspada Klaster Corona di Restoran: RM Bu Fat Semarang dan Soto Lamongan di DIY (102466)
Rumah makan Kepala Manyung Bu Fat di Kelurahan Krobokan Semarang Barat. Foto: kumparan
Kasus ini berawal dari salah satu menantu Bu Fat, pemilik restoran, yang menderita flu. Setelah dilakukan rapid dan swab test masif terhadap 30 karyawan dan warga sekitar, hasilnya ada 18 orang yang positif corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam pun menyarankan warga setempat yang sempat ke rumah makan Bu Fat untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
ADVERTISEMENT
"Untuk pelanggan Bu Fat kalau merasa sakit atau tidak nyaman, tolong periksa ke puskesmas terdekat," ujar Hakam.
Hakam belum dapat memastikan penyebab tertularnya belasan orang tersebut, sebab ada banyak kemungkinan yang terjadi.
Rumah makan itu pun sudah tutup selama 3 hari. Rumah makan itu dijadwalkan akan kembali buka pada Sabtu (12/9).