Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait potensi banjir rob di Jakarta jelang dan saat Lebaran 2025.
ADVERTISEMENT
Untuk wilayah di Jakarta, hujan intensitas ringan akan terjadi hingga satu hari setelah Lebaran 2025. Oleh karena itu, warga di pinggiran laut perlu mewaspadai banjir rob pada Jumat (28/3) hingga Selasa (1/4).
Lebaran diproyeksikan jatuh pada Senin 31 Maret 2025.
“Untuk hujan, hujan ringan, prediksi BMKG. Nanti itu lebih jelasnya dijelaskan oleh Ibu Kepala BMKG. Hanya ada ancaman banjir rob mulai tanggal 28 (Maret) sampai tanggal 1 (April),” kata Suharyanto kepada wartawan saat hadiri rapat tingkat menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (27/3).
Sementara di wilayah Jawa Barat, khususnya di wilayah Puncak, Bogor, hujan dengan intensitas sedang hingga cukup lebat diprediksi terjadi pada 28 April.
ADVERTISEMENT
“Dan titiknya di Puncak gitu ya. Jadi untuk menyikapi hal tersebut, BNPB dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah sepakat. Mulai tanggal 27, 28, 29, 30 (Maret) juga dilaksanakan rekayasa cuaca,” ungkapnya.
Potensi adanya banjir rob juga disampaikan oleh Plt Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Menurutnya, naiknya permukaan air laut itu tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi di bibir pantai wilayah utara Jawa juga perlu diwaspadai adanya banjir rob.
“Karena posisi bulan dengan bumi ini posisi terdekat, gravitasinya menguat, sehingga pasang maksimum, sehingga potensi banjir rob itu juga dapat terjadi di pantai-pantai di Indonesia, misalnya pantai utara Jawa itu dikhawatirkan banjir rob,” terang Dwikorita di lokasi yang sama.
Dwikorita menyerukan hal ini perlu menjadi perhatian khususnya bagi para pemudik yang khususnya melalui jalur di sekitar pantai atau penyeberangan. Sebab, akan terjadi penumpukan kendaraan apabila terjadi hambatan di jalan.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah lapor juga, sampaikan ke Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, dan kepolisian, karena jangan sampai mengganggu, arus mudik ada langkah-langkah mitigasi yang dilakukan,” tutup dia.