Waspada Sesar Matano Pemicu Gempa Morowali

Sesar Matano perlu diwaspadai. Perlu ada penelitian mengenai sesar yang memicu gempa Morowali beberapa waktu lalu.
"Melihat aktivitas Sesar Matano yang sedemikian aktif, tampaknya perlu ada kajian komprehansif mengenai bahaya dan risiko gempabumi akibat aktivitas Sesar Matano," jelas Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya kepada kumparan (kumparan.com) Sabtu (27/5).
Sebagai gambaran, lanjut Daryono, Gempa tektonik 5,6 magnitudo yang mengguncang Morowali, (24/5) lalu, telah menimbulkan kerusakan puluhan bangunan rumah warga.
Laporan yang diterima BMKG menunjukkan bahwa sebanyak 20 rumah permanen mengalami rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, dan 1 rumah rusak berat di Desa Siumbatu, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali.
Hingga hari ini aktivitas gempa susulan di Morowali sudah terjadi sebanyak 7 kali dengan magnitudo yang bervariasi. Rata-rata magnitudo gempa kurang dari 5,0 magnitudo dengan kecenderungan yang terus mengecil secara fluktuatif.
Baca juga: Gempa Morowali 5,6 M Dirasakan Warga, Bumi Bergoyang 5 Detik
Gempa susulan paling kuat terjadi pada Jumat (26/5) pukul 06.25 WIB, dengan 4,6 magnitudo. Gempa susulan yang terjadi pagi hari tersebut sempat membuat warga kembali berhamburan keluar rumah karena masih trauma dengan kuatnya guncangan gempa utama yang terjadi 2 hari sebelumnya.
"Penelitian ini penting mengingat wilayah Kabupaten Morowali dan Luwu Timur berkembang kian pesat, selain keberadaan perusahaan nikel PT.Vale Indonesia yang terletak tepat di jalur sesar aktif ini," ujar dia.
Ditinjau dari kedalaman hiposenter, mekanisme sumber, dan jejak sebaran aktivitas gempa susulan, menunjukkan bahwa gempabumi Morowali ini dipicu oleh aktivitas Sesar Matano.
"Sesar Matano merupakan sesar aktif di Sulawesi Tengah yang memiliki panjang jalur sesar sekitar 541 kilometer. Dengan laju pergeseran sesar sekitar 44 mm/tahun, maka sesar ini berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo maksimum 7,3," ungkap dia.

Aktivitas gempa bumi di Sesar Matano memang sangat aktif. Peta seismisitas BMKG menunjukkan adanya klaster aktivitas kegempaan yang cukup padat di sepanjang jalur sesar ini.
Mayoritas aktivitas gempa yang terjadi kekuatannya memang kurang dari 5,0 magnitudo. Namun demikian catatan BMKG beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya aktivitas gempa signifikan hingga menimbulkan kerusakan.
Contoh gempa bumi signifikan akibat aktivitas Sesar Matano adalah gempa bumi Soroako (5/1/2010) 5,0 magnitudo dan gempa bumi Soroako (15/2/2011) 6,1 magnitudo. Kedua gempa bumi ini dilaporkan menimbulkan kerusakan ringan di Luwu Timur. Kerusakan ringan juga terjadi di area perusahaan nikel Soroako pada saat itu.
"Gempa bumi Morowali yang merusak (24/5) lalu berkekuatan 5,6 magnitudo memiliki episenter di lepas pantai Bungku Selatan. Ini menjadi informasi penting bahwa ternyata jalur Sesar Matano menerus hingga laut," tutup Daryono.
