Wawali Tangsel Sebut 160 Orang Dewasa-Anak Alami Muntaber di Serpong Lagoon

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyebut sebanyak 160 orang mengalami gangguan kesehatan di Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, di tengah persoalan kualitas air bersih yang dikeluhkan warga. Hingga Kamis (15/10), sejumlah warga masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jumlahnya cukup banyak sekali hingga 160 orang. Hingga hari ini masih ada yang dirawat di rumah sakit,” kata Pilar dalam paparannya di Sport Club Serpong Lagoon, Kamis (15/10).
Pilar mengatakan pemerintah daerah perlu menelusuri persoalan tersebut sekaligus mencari solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang. Pemeriksaan akan mencakup sumber air, proses pengolahan, hingga jaringan pipa yang menyalurkan air ke rumah warga.
Menurut Pilar, pemerintah belum dapat menyimpulkan apakah masalah kualitas air terjadi pada proses pengolahan atau jaringan distribusinya. Pemeriksaan teknis akan dilakukan bersama dinas terkait, termasuk Dinas Cipta Karya.
“Itu nanti akan dilakukan kesimpulan oleh teman-teman Dinas Cipta Karya yang mengecek langsung, mungkin nanti didampingi oleh Perseroda PITS juga mereka sebagai ahlinya, sama-sama nanti menilai apakah ini sudah layak atau belum,” ungkapnya.
Pilar mengatakan pemerintah daerah membuka opsi pembangunan jaringan pipa air bersih milik pemerintah daerah sebagai salah satu solusi bagi warga Serpong Lagoon. Selain itu, pengelola instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) juga dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan air hingga jaringan distribusinya.
Menurut dia, perbaikan tidak boleh dilakukan secara parsial, tetapi harus menyeluruh agar kualitas air yang disalurkan kepada warga memenuhi standar.
“Bisa juga nanti ke depannya jalur pemipaan dari pemerintah daerah, itu bisa jadi opsi. Tapi WTP ini juga bisa dibenahi secara total, ya asal berkomitmen bukan pembenahan sedikit-sedikit, tapi pembenahan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan airnya sampai pendistribusiannya, jalur pemipaannya,” kata Pilar.
Pilar juga meminta pengelola WTP segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama proses evaluasi dan perbaikan berlangsung.
“Saya harap ini hari-hari ke depan ini warga seperti apa mendapatkan air bersih,” tutup Pilar.
