kumplus- Lipsus- Napoleon Bonaparte

Wawancara Dirtipidum Bareskrim: Napoleon, Kece, dan Rizieq Satu Blok (4)

27 September 2021 8:58
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya tersangka penistaan agama, Muhammad Kece. Saat itu keduanya sama-sama berstatus tahanan di Rutan Bareskrim Polri—meski dengan dua kasus berbeda.
Masalahnya, bagaimana Napoleon bisa masuk ke sel Muhammad Kece dan melakukan penganiayaan? Apakah statusnya sebagai jenderal bintang dua aktif punya pengaruh tersendiri di Rutan Bareskrim? Bagaimana kronologi penganiayaan tersebut?
Kepada kumparan, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian menjawab secara rinci pertanyaan-pertanyaan tersebut di kantornya, Selasa (21/9). Langganan kumparan+ untuk membaca wawancara lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Sebuah gembok membuat penganiayaan terhadap M. Kece di Rutan Bareskrim lebih mudah terjadi. Gembok ini membuat Jenderal Napoleon cs bisa masuk leluasa ke sel Kece untuk memukuli dan melumurinya dengan tinja. Gembok rahasia apa ini? Klik di bawah.