Wawancara kumparan dengan Ketua Panitia FUI soal Bagi Sembako di Monas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dave Santoso (Foto: Facebook : Dave Revano Santosa)
zoom-in-whitePerbesar
Dave Santoso (Foto: Facebook : Dave Revano Santosa)

Aksi bagi-bagi sembako yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia (FUI) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/4) lalu menuai polemik. Mulai dari pencatutan logo pemerintah provinsi DKI, izin acara yang terkesan tidak jelas, adanya sampah yang berserakan pada saat acara, hingga jatuhnya dua korban tewas di sekitar lokasi tempat acara berlangsung.

Acara itu sendiri meliputi pembagian 400 ribu paket sembako yang terdiri dari beras, minyak, dan mi instan. Ratusan ribu orang dari Jabodetabek memadati acara tersebut demi mendapat sembako gratis.

Kepada kumparan (kumparan.com), ketua panitia FUI David Revano Santosa menjelaskan secara panjang lebar atas apa yang sebetulnya terjadi seputar acara tersebut. Tak hanya itu, dia turut menepis segala tuduhan negatif yang dialamatkan pada dirinya.

Berikut petikan wawancara yang kumparan lakukan kepada Dave--sapaan David:

Mas Dave, boleh ceritakan ke kami bagaimana kronologi bagi-bagi sembako yang sempat dipermasalahkan Pemprov?

Kita kan mintanya ada bakti sosial. Bakti sosial itu kan sebenarnya macam-macam kan. Tadinya mau pasar murah juga kan. Cuma enggak boleh tuh. Jadi kita ganti pakai yang gratis. Awalnya idenya cuma gitu aja. Karena kita ingin berbagi kepada masyarakat. Udah gitu aja.

Dave Ketua Forum Untukmu Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Dave Ketua Forum Untukmu Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

Bukankah Pemprov sudah melarang pembagian sembako gratis di Monas?

Waktu awal itu kepala Dinas memang menyarakan untuk jangan. Tapi kan kupon sudah beredar. kita juga harus berpikirlah. Beberapa hari sebelum, akhirnya dilarang. Terus saya bilang, kalau boleh minta surat. Supaya saya bisa mempertanggungjawabkan. Kalau lisan aja kan susah. Tapi kan suratnya enggak ada. Kita jalan terus.

Jadi memang sudah sejak awal meniatkan bagi-bagi sembako, Mas Dave?

Awalnya pasar murah. Bakti sosial. Ada pengobatan gratis, sunatan massal, ada macam-macam. Sebenarnya ga ada motivasi apa-apa. Beneran kegiatan sosial aja. Kalau datang ke acara pasti lihat. Enggak ada tuh politik sama sekali.

Terkait dengan pencatutan logo Pemprov di undangan bagi-bagi sembako?

Itu ada miss aja. Tapi sudah clear.

Banyak yang mempermasalahkan sisi keamanan soal acara kemarin, tanggapannya?

Kita udah koordinasi dengan kepolisian. Gini, acaranya kan dibilang chaos-lah apalah. Sebenernya enggak. Aman-aman aja. Lancar-lancar aja. Enggak ada itu istilahnya chaos atau apa. Kan kepolisian juga sudah menjelaskan.

Jadi sebenarnya saya memang posisiya dari kemarin diam dulu. Saya tidak mau mendahului pihak Pemprov dan pihak kepolisian. Biarlah mereka yang menilai sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Karena kalau saya bicara kan kesannya saya membela diri.

Belakangan ada kabar bahwa dua orang meninggal di acara tersebut?

Untuk yang meninggal itu, setelah ada berita, saya enggak mau komentar dulu. Karena kan itu sudah ranahnya hukum. Ranah yang berwajib. Tapi saya sudah bilang kan kalau saya sudah tanda tangan surat (Pemprov ) bahwa saya bertanggung jawab atas apapun juga.

Jadi kita tanggung jawab. Cuma kan penyelidikan polisi terakhir sudah dirilis ya, tapi biarpun apapun kita sudah melakukan pendekatan ke korban. Sudah bertemu keluarganya.

Kalau ditanya masalah sumbangan, kita sudah melakukannya secara kekeluargaan. Mungkin nanti setelah ada rilis dari pihak kepolisian, kita akan tindak lanjuti kembali.

Rumah duka Mahesa korban meninggal di Monas. (Foto: Andreas Ricky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah duka Mahesa korban meninggal di Monas. (Foto: Andreas Ricky/kumparan)

Untuk saat ini pertanggungjawaban ke Pemprov sudah beres?

Jadi gini, yang diminta pemprov kan pertanggungjawaban. Misalnya pertanggungjawaban masalah sampah, masalah kerusakan, pertanggung jawaban apalagi misalnya. Itu kan kita harus penuhin sebagai penyelenggara yang baik kan.

(Semuanya) aman. Ya kan sudah terjadilah ya. Sudah berlangsung dengan baik. Memang lemahnya di sampah. Kita memang enggak menyangka sebanyak itu. Tapi kita koordinasi terus ke pemprov bagaimana menanganinya.

Bagaimana tanggapan Mas Dave soal beredarnya kupon beras gratis dari Caleg PDIP di acara tersebut?

Kalau sampai ada pun itu bukan dari kita. Karena kita ga related sama partai manapun juga. Itu saya pastikan 100%. Saya sudah koordinasikan semaksimal mungkin (agar itu tak terjadi). Sudah saya usahakan. Itu kan di pintu masuk juga sampai ditulis. Bahwa yang beratribut politik. bendera, kaus, dilarang masuk. Itu sebagai responlah.

X post embed

Kalau benar-benar disisipin politik, apakah Mas Dave siap bertanggung jawab?

Itu saya enggak tahu. Kayakya itu bukan acara kita. Kelihatannya bukan. Saya sempat lihat (foto kupon di twitter). Cuman jauh sekali itu kejadiannya. Enggak ada. Apalagi dengan pak Charles (politikus PDIP Charles Honoris) kan. Saya sama Pak Charles aja enggak kenal.

Jika isu politik merupakan fitnah, apakah Mas Dave siap melaporkannya?

Kita lihat nanti. Kita lihat dulu kontennya bagaimana. Kita pelajari dulu. Yang namanya masyarakat kan mikirnya apa menyelidiki dan lain-lain.

Bagaimana cara Mas Dave memiliki pendanaan untuk menyelenggarakan acara semacam itu?

Dari internal kita, urunan lah temen-temen satu sama lain. Jadi forum itu kan isinya bukan cuma saya sendiri. ada banyak orang. Ya urunan aja. Karena kita punya pemikiran pengen berbagai kepada masyarakat. Udah itu aja.

Monas (Foto: Sayid Mulki/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Monas (Foto: Sayid Mulki/kumparan)

Ada bantuan dari Gereja terkait aksi tersebut?

Gereja enggak nyumbang. Ini kan untuk kalangan sendiri paskahnya. Jadi sebenarnya setelah acara itu, kita ingin mengadakan paskah untuk kalangan sendiri. Tapi terus enggak jadi. Jadi kita selesai jam 18.00 waktu maghrib kita selesai acara

Habis berapa ratus juta untuk menyelenggarakannya?

Ya lumayanlah. Kalau ratusan juta pasti lebih, Miliaranlah.

Kabar yang menyebut Mas Dave dekat dengan Jokowi?

Iya dulu. Dulu waktu pencalonan kan 2014. Pak Jokowi jadi presiden resmi bubar. Udah enggak ada lagi. beliau kan udah jadi presiden.

Saat ini ada niatan untuk kembali menjadi relawan Jokowi?

Belum kepikiran. Sekarang sih saya enggak jadi relawan mana-mana. Independen aja. Lagian saya belum kepikiran ke politik lagi. Tapi enggak tahu nanti ya. Yang pasti saya tidak terafiliasi dengan manapun juga, 100%.bisa dicek.

Kalau yang beredar di twitter itu kan sudah dulu. Bisa dicek.

Dave Santoso bersama Jokowi (Foto: Facebook : Dave Revano Santosa)
zoom-in-whitePerbesar
Dave Santoso bersama Jokowi (Foto: Facebook : Dave Revano Santosa)

Kapan Forum Untukmu Indonesia didirikan?

Forum didirikan baru-baru ini.

Apa benar Mas Dave merupakan inisiator dari forum tersebut?

iya

Apa benar saat ini Mas Dave bekerja di JNet Media Global?

Ya media saya, online. Belum berdiri. Lagi direncanakan.