WhatsApp Butet Kartaredjasa Diretas

9 Desember 2023 13:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Butet Kartaredjasa di Bincang kumparan Foto: Tomy Wahyu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Butet Kartaredjasa di Bincang kumparan Foto: Tomy Wahyu/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seniman Butet Kartaredjasa mengungkapkan aplikasi WhatsApp-nya di-hack. Butet baru mengetahui WA-nya di-hack dini hari tadi.
ADVERTISEMENT
"Iya [WA di-hack] dari jam 3 dini hari tadi saya tidak bisa mengakses," kata Butet kepada wartawan, Sabtu (9/12).
Butet mengungkapkan mendapat notifikasi yang mirip dengan pemberitahuan pembaruan iOS. Ia sempet diminta untuk mengisi OTP.
"Saya isi OTP tiga kali, padahal ngisinya sudah benar terus tidak bisa mengakses WA lagi. Setelah itu sampai sekarang [tak bisa akses WA]," ungkapnya.
Sejak mendapat notifikasi itu, Butet masih belum bisa mengakses WA. Bahkan, ia sempat tidak bisa mengakses handphone-nya.
"[Tapi] sekarang sudah bisa. Saya enggak bisa mengakses ke luar. Anak saya saya suruh telepon juga tidak bisa," ujarnya.
Meski demikian, Butet masih bisa mengakses media sosial seperti Instagram dan Telegram.
"Instagram masih bisa, Telegram masih bisa," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Butet enggan menghubungkan peretasan WA dengan dirinya yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.
"Ya, enggak tahu, hudu [bukan] urusanku," ucapnya.
Selanjutnya, Butet akan meminta tolong kepada ahli IT dan tim Cyber Polda DIY untuk mengecek peretasan yang dialaminya. Meski ia tidak akan melaporkan peretasan ini ke polisi.
"Enggak. Tidak ada yang perlu saya laporkan. Saya cuma menceritakan ke publik saja apa yang terjadi pada saya," pungkasnya.
Butet Kartaredjasa Foto: Instagram/@masbutet
Nama Butet sedang menjadi perbincangan saat dirinya mengaku diintimidasi petugas dari kepolisian saat menggelar pertunjukan Indonesia Kita yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1-2 November 2023 lalu.
Butet mengaku bentuk intimidasi yang dia dapatkan bukan dalam bentuk verbal, tapi pembatasan konten yang akan dibawakannya. Dia mengatakan diminta polisi untuk menandatangani surat pernyataan agar tak bicara politik dalam pentas teater itu.
ADVERTISEMENT
"Itu menyangkut konten yang akan saya mainkan. Berarti pikiran kami, ide-ide kami ini diintervensi, dihambat. Ini yang saya maksudkan intimidasi," ujar Butet dalam acara di Untag Surabaya, Rabu (6/12).
Polda Metro Jaya membantah intimidasi itu. Kehadiran polisi disebut merupakan bagian dari pengamanan sebagaimana izin keramaian yang sudah diajukan PT Kayan selaku penyelenggara.
Beberapa hari kemudian, Butet diadukan oleh Komunitas Advokat Lingkar Nusantara (Lisan) usai mengaku diintimidasi oknum polisi saat menggelar pertunjukan Indonesia Kita di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Umum Lisan, Ahmad Fatoni, mengatakan pengakuan Butet soal diintimidasi diduga mengandung unsur pidana menyebarkan berita bohong.
"Sudah jelas menurut kami bahwa hal yang disampaikan Pak Butet tersebut adalah hal yang menyesatkan. Jadi kami menduga ini masuk ke dalam dugaan tindak pidana berita bohong atau hoaks," kata Fatoni di Bareskrim Polri.
ADVERTISEMENT