Wiku: Kasus Turun Selama 3 Bulan, Dunia Akui Indonesia Sangat Baik Tangani COVID
ยทwaktu baca 3 menit

Sempat melonjak beberapa bulan lalu, kasus penularan COVID-19 di Indonesia perlahan mulai menunjukkan perbaikan. Paling nyata terlihat dari mulai menurunnya angka kasus positif dan kematian.
Tak hanya diapresiasi sejumlah pihak di Indonesia, Juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, capaian itu turut diapresiasi dunia.
Dengan perkembangan yang terbilang signifikan itu, Centers for Disease Control (CDC) bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penanganan pandemi yang paling baik dari negara lain di dunia.
"Saat ini Perkembangan COVID-19 di Indonesia dapat dikatakan sangat baik, ditandai dengan penurunan kasus yang telah terjadi selama kurang lebih 3 bulan. Hal inilah yang membuat perkembangan baik ini diakui dunia," ujar Wiku dalam konferensi pers perkembangan penanganan COVID yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (2/11).
"Bahkan Centers for Disease Control saat ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan level 1 di tengah pengendalian COVID-19 yang terus membaik," sambungnya.
Tak hanya berhasil menekan angka penularan, kata Wiku, pencegahan yang secara simultan turut berpengaruh pada menurunnya jumlah kasus aktif. Capaian itu makin mentereng karena diraih saat Indonesia tengah melonggarkan pembatasan.
"Tidak hanya itu penularan di Indonesia dikatakan rendah dengan rata-rata penambahan kasus harian di angka 700 kasus dan kasus aktif yang hanya sebesar 0,29%," ujarnya.
"Kesembuhan pun sudah berada di angka 96,33%, hal ini terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang mulai kembali berjalan bahkan meliputi pelaksanaan kegiatan berskala nasional dan persiapan kegiatan berskala internasional," rinci Wiku.
Perbandingan Penanganan COVID-19 di Negara Lain
Wiku lantas membandingkan capaian tersebut dengan penanganan pandemi di beberapa negara seperti Australia, Singapura, dan Vietnam.
Berbeda dengan Indonesia yang mampu menekan jumlah kasus puluhan ribu dalam jangka tiga bulan terakhir, ketiga negara itu bahkan disebut Wiku susah payah menurunkan angka penularan dengan jumlah kasus tidak lebih dari 50 per harinya.
Padahal, Australia dan Singapura, kata Wiku, sudah lebih 60 persen penduduknya memperoleh vaksin dosis lengkap. Situasi tersebut diakibatkan meluasnya penyebaran corona varian Delta yang membuat penularan meningkat tajam hingga 40-90 kali lipat.
"Hal ini menandakan bahwa upaya pembatasan mobilitas yang sangat ketat dan peningkatan cakupan vaksinasi bukanlah solusi tunggal untuk menekan kasus. Negara yang telah melakukan keduanya nyatanya tetap dapat meningkat kasusnya karena aktivitas masyarakat yang tidak sejalan dengan disiplin protokol kesehatan," ucap Wiku.
Oleh karena itu, Wiku mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang berhasil memastikan penanganan pandemi di Indonesia dapat berjalan maksimal. Tentunya tanpa harus mengikuti kebijakan atau aturan yang diberlakukan negara lain di dunia.
"Saya mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang turut berkontribusi dalam pencapaian yang baik ini. pencapaian ini diraih melalui upaya berlapis yang terus-menerus dan kontribusi semua pihak termasuk pembatasan mobilitas dan juga peningkatan cakupan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan pada kegiatan masyarakat," kata Wiku.
