Wilayah Separatis Georgia, Ossetia Selatan, Ingin Gabung Rusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Ossetia Selatan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ossetia Selatan. Foto: Shutterstock

Wilayah separatis Georgia, Ossetia Selatan mengatakan mereka berencana untuk menjadi bagian Federasi Rusia dalam waktu dekat. Rusia adalah salah 1 dari 5 negara di dunia yang mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.

Selama ini, Rusia telah memberikan wilayah separatis Ossetia Selatan dukungan keuangan yang besar, menawarkan kewarganegaraan Rusia kepada penduduknya, dan menempatkan ribuan tentara Rusia di sana.

“Saya percaya bahwa penyatuan dengan Rusia adalah tujuan strategis kami, jalan kami, aspirasi rakyat,” kata pemimpin separatis Ossetia Selatan Anatoly Bibilov, dikutip dari Al-Jazeera.

Ilustrasi Ossetia Selatan. Foto: Shutterstock

“Kami akan segera mengambil langkah legislatif terkait. Republik Ossetia Selatan akan menjadi bagian dari tanah air bersejarahnya—Rusia,” tambah Bibilov.

Sementara itu, Abkhazia, wilayah lain yang memisahkan diri dari Georgia dengan dukungan Rusia, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan Rusia.

“Rusia adalah mitra strategis kami, negara yang kami sayangi dan dekat, tetapi kami di republik Abkhazia tidak berniat bergabung dengan Federasi Rusia,” kata Ketua Parlemen Valery Kvarchia, dikutip dari kantor berita Interfax.

Pejabat lain dari Abkhazia, Sekretaris Dewan Keamanan Sergei Shamba, mengatakan kepada kantor berita TASS wilayah tersebut mendukung aspirasi Ossetia Selatan tetapi tidak memiliki tujuan yang sama untuk bergabung dengan Rusia.

Ossetia Selatan dan Abkhazia memisahkan diri dari Georgia dengan dukungan Rusia pada awal 1990-an ketika Uni Soviet runtuh. Moskow memperoleh kendali penuh atas kedua wilayah itu pada 2008 pasca-perang singkat dengan Georgia.

Penulis: Airin Sukono.