Wiranto: Akses Internet di Papua Akan Normal 5 September Jika Kondusif

Pemerintah memutuskan untuk melakukan throttling atau pelambatan akses internet di Papua. Pelambatan tersebut berlangsung di sejumlah daerah yang ricuh.
Menkopolhukam Wiranto mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini kondisi di Papua berangsur kondusif. Jika kondisi ini terus berlangsung, pemerintah akan mencabut pelambatan akses internet tanggal 5 September.
"Dari informasi yang kita dapati, dari analisis prediksi kemanan kita masuh perlu waktu sebentar. Tanggal 5 nanti, ini tanggal 3 ya, tanggal 5 nanti kalau keadaan betul-betul kondusif kita buka kembali internet," kata Wiranto di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).
Wiranto memohon maaf kepada masyarakat karena sebagian daerah akses internetnya diperlambat. Namun ia menegaskan jika kondisi sudah benar-benar kondusif, maka akses internet akan diatur kembali berjalan normal.
"Saya katakan kalau ada laporan di sana sudah kondusif, sudah berkurang hasutan hoaks, detik itu juga kita akan cabut. Tadi saya sudah koordinasi dengan Panglima, Kapolri, Kepala BIN yang melihat itu, saya tadi minta (kalau) dicabut bagaimana (situasi di sana) ini?" tuturnya.
"Dengan dasar hoaks berkurang, belum habis, berkurang, hasutan hampir enggak ada, enggak ada yang hasut lagi. Tonenya sudah positif, negatif 10 persen, yang positif 90 persen, kondisi daerah sudah stabil," tegasnya.
Kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat membuat aktivitas masyarakat hampir lumpuh. Bahkan masyarakat tidak bisa berkomunikasi karena aksesnya dibatasi.
Pembatasan akses dilakukan Kominfo untuk meminimalisir penyebaran hoaks melalui sosial media. Sejumlah pihak pun mendesak pemerintah untuk segera membuka akses internet di sana.
