Wiranto Tanggapi Niat Belanda Teliti Perang Kemerdekaan Indonesia

Pemerintah Belanda mengucurkan dana Rp 60 miliar untuk meneliti perang dekolonisasi Indonesia. Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto kemudian memberikan tanggapan soal niat Belanda itu.
"Kita negara berdaulat kan? Kalau kedaulatan kita diambil orang lain, bagaimana? Boleh enggak? Itu saja tanggapan saya," ucap Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/9).
Sebenarnya, penelitian ini bertujuan untuk mendalami penggunaan kekerasan selama perang Hindia Belanda (1945-1950) atau dari sudut pandang Indonesia: perang kemerdekaan.
"Kita harus berani bercermin pada masa lalu kita sendiri," ujar Menteri Luar Negeri Bert Koenders saat peluncuran proyek penelitian, dikutip kumparan Den Haag (kumparan.com) dari publikasi resmi Universitas Leiden pada Jumat (15/9).

Beberapa tahun belakangan ini cukup gencar terungkap melalui publikasi ilmiah dan jurnalistik bahwa ternyata militer Belanda selama periode perang 1945-1950 menggunakan kekerasan secara struktural dan berlebihan. Sebenarnya, pemerintah Belanda telah menetapkan keputusan untuk melakukan penelitian mengenai dekolonisasi Indonesia pada akhir 2016 lalu. Penelitian itu disebut sebagai 'secara luas dan independen'.
Kini, penelitian bernilai Rp 60 miliar ini dikerjakan oleh Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), Nederlands Instituut voor Oorlogs-, Holocaust- en Genocidestudies (NIOD) dan het Nederlands Instituut voor Militaire Historie (NIMH). Penelitian yang akan dimulai September ini dan akan berlangsung selama empat tahun.
