Wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma Jember Tidak Gratis Lagi seperti Lebaran 2022
·waktu baca 3 menit

Pupus sudah upaya untuk masyarakat kembali menikmati tempat wisata pantai paling favorit di wilayah Kabupaten Jember tanpa membayar tiket.
Hal ini terungkap dari hasil rapat dengar pendapat antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) maupun Komisi B DPRD Jember, Rabu, 12 April 2023.
Rapat tersebut memutuskan, walaupun masa musim libur Lebaran, tapi tetap diberlakukan tiket masuk pantai Watu Ulo maupun Papuma di tahun ini. Tentang harga tiket yang tentu naik dibanding hari biasa akan diumumkan dalam waktu dekat.
Keputusan demikian berbeda dengan kebijakan pemerintah bersama para pihak terkait yang bersepakat menggratiskan biaya masuk di kedua lokasi wisata pantai itu pada musim libur Lebaran tahun 2022 lalu.
Kepala Disparbud Jember, Harry Agus Triono mengaku pihaknya belum menyiapkan kajian matang untuk menghadapi segala risiko yang timbul jika wisata pantai sampai digratiskan lagi.
"Mungkin keinginan menggratiskan tiket belum bisa diterapkan tahun ini. Tetapi, bisa dikaji lagi secara komprehensif pada tahun mendatang," ujarnya.
Pengalaman sebelumnya, pengunjung Watu Ulo dan Papuma seketika membeludak ketika tanpa membayar tiket masuk. Sampah berserakan, parkir liar banyak bermunculan, dan bahkan terjadi kecelakaan lalu lintas karena padatnya kendaraan yang hingga menewaskan beberapa orang pengunjung.
Menurut Harry, risiko lain juga menghantui jika tidak disiapkan penanganan yang memadai. Watu Ulo dan Papuma berada di pantai selatan yang memiliki ombak besar dan rawan kecelakaan laut.
"Jadi dikhawatirkan dengan membeludaknya orang akan banyak pengunjung yang tidak termonitor di daerah pantai," tuturnya.
General Manager PT Palawi, Risorsis Nuryati Tripawestri khawatir penggratisan tiket berdampak pada urusan bisnis perusahaannya. Bisa-bisa kehilangan pendapatan dari tiket masuk Papuma.
"Karena saat Lebaran kami kan sedang berpotensi mendulang pendapatan. Apalagi, ada instruksi dari pimpinan kami untuk tidak diperkenankan menggratiskan lagi," kata Nuryati.
Nuryati membeberkan memang ada surat Bupati Jember, Hendy Siswanto yang kembali memohon agar tiket digratiskan selama Lebaran 1444 Hijriah. Seperti yang pernah dilakukan tahun sebelumnya.
"Hasil evaluasi tahun 2022 lalu dengan adanya penggratisan tiket itu pengunjung sangat membeludak. Banyak fasilitas kami yang rusak. Padahal tiket itu kami gunakan untuk pemeliharaan fasilitas, biaya operasional keamanan. Kalau itu digratiskan kami tidak punya itu semua," jelasnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto menilai keinginan Bupati Hendy menggratiskan wisata pantai tidak ditopang kajian dan dukungan teknis yang komprehensif.
Terlihat dari sikap Disparbud yang mengelola Watu Ulo maupun PT Palawi yang menangani Papuma dengan kecenderungan tidak berkenan bila mereka harus menghadapi banyaknya pengunjung, jika tanpa memperoleh uang pemasukan dari tiket.
"Soal sampah saja tidak ada satu pun pihak yang mau bertanggung jawab," ungkap Legislator dari Partai NasDem itu.
Apabila Disparbud serta PT Palawi lepas tangan, lanjut David, bakal membuat kacau kondisi di Watu Ulo dan Papuma. Meskipun mereka yang seharusnya paling bertanggung jawab.
"Kecelakaan laut juga kalau ada siapa yang bertanggung jawab? Ketika mereka itu tidak ada backup anggaran operasional. Belum lagi, kalau warga rebutan tempat berdagang. Terus gesekan lahan parkir bisa memicu konflik sosial," papar David.
Sekadar informasi, pada hari biasa harga tiket wisata Watu Ulo Rp 10 ribu per orang. Sedangkan, tarif tiket masuk Papuma Rp20 ribu per orang.
