WN China Demam di Apartemen di Kuningan, Tim KKP Bandara Soetta Bicara

Seorang warga negara (WN) China demam membuat geger Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta. Para penghuni apartemen risau, apalagi tengah marak isu virus corona.
Salah satu yang ikut menjadi sorotan dalam isu ini adalah tim kesehatan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), karena WN China itu lolos dari pemeriksaan di terminal kedatangan.
kumparan mengkonfirmasi soal kasus WN China di Taman Rasuna ini ke Kepala Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta, Anas Maruf. kumparan menanyakan prosedur pemeriksaan di Bandara Soetta.
Sebelum memberikan penjelasan, Anas menegaskan WN China itu dalam kondisi baik, tak terpapar virus corona.
"Info dari Dinkes DKI, WNA tersebut saat ini dalam keadaan sehat tidak demam," tegas Anas, Jumat (7/2).
Soal prosedur pemeriksaan di Soetta, Anas menegaskan, sejak 5 Februari, penerbangan dari China sudah disetop. Untuk yang datang sebelum tanggal itu, pemeriksaan ketat di Bandara Soetta sudah dilakukan dan tak ditemukan penumpang yang terinfeksi virus. Penumpang juga mendapatkan health alert card (HAC).
Berikut prosedur pemeriksaan di bandara menurut Anas:
1. Setiap pelaku perjalanan yang datang dengan pesawat dari China yang masuk ke Indonesia melalui skrining suhu 2 kali yaitu perindividu dengan termogun dan dan skrining suhu massal dengan termalscanner
2. Selain pengamatan suhu, juga pengamatan tanda dan gejala (batuk, pilek, sesak)
3. Bila tidak ditemukan demam dan/atau batuk, pilek, sesak, artinya dalam keadaan sehat. Sehingga yang bersangkutan melanjutkan ke proses Imigrasi dengan membawa HAC.
4. Bila ditemukan tidak lolos skrining, artinya ditemukan demam dan tanda gejala yang lain akan dibawa ke RS rujukan.
5. KKP tidak ada prosedur menerbitkan surat keterangan bebas corona.
6. HAC disimpan selama 14 hari, bila sebelum itu mengalami demam dan/atau batuk pilek sesak maka segera ke dokter dengan membawa HAC. Dengan melihat HAC, maka dokter akan tahu bahwa yang bersangkutan ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit nCoV, sehingga akan memeriksa apakah ada kemungkinan menderita corona. Bila dokter menduga yang bersangkutan menderita corona, maka akan segera dirujuk ke RS rujukan, dan agar menghindari kontak dengan masyarakat yang lain
"Sehingga kata lolos di bandara tidak tepat. Karena pada saat yang bersangkutan melewati skrining di bandara memang dalam keadaan sehat," tutup Anas.
