WNI di Kapal Pesiar Jepang yang Diisolasi Minta Cairan Anti Masuk Angin

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, memenuhi permintaan para kru Indonesia di kapal pesiar Diamond Princess yang diisolasi karena virus corona atau COVID-19. Di antara permintaan tersebut adalah cairan pereda masuk angin.
Hal ini terlihat dari postingan foto di akun Twitter KBRI Tokyo. Dalam foto tersebut terlihat dua staf KBRI Tokyo yang mengantarkan berdus-dus barang ke petugas pelabuhan pada Rabu (12/2).
Menurut keterangannya, dus-dus itu berisi cairan pereda masuk angin, mi instan, dan vitamin C. Barang-barang ini dikirimkan atas permintaan para WNI di kapal pesiar yang dikarantina di pelabuhan Yokohama tersebut.
Tidak kurang empat dus barang yang dikirim staf KBRI di Jepang. Eko Junor, Koordinator Fungsi Penerangan KBRI Tokyo, mengatakan cairan pereda masuk angin yang dikirim bermerek Indonesia. Tidak disebut nama mereknya.
Para kru WNI di Diamond Princess yang berjumlah 78 orang memiliki grup WhatsApp dengan staf KBRI. Melalui grup ini, kedua pihak berkomunikasi.
Jumlah penderita virus corona di kapal pesiar tersebut bertambah 44 orang pada Kamis (13/2). Total hingga saat ini ada 218 penumpang kapal pesiar itu yang menderita COVID-19. Eko mengatakan, tidak ada WNI yang tertular virus.
"Belum ada WNI yang terjangkit," kata Eko kepada kumparan melalui pesan singkat.
Diamond Princess yang berisikan 3.700 penumpang telah dikarantina di pelabuhan Yokohama sejak 3 Februari lalu. Karantina dilakukan setelah penumpang yang turun di Hong Kong dinyatakan positif virus corona asal China.
Mereka yang dinyatakan positif dikeluarkan dari kapal dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit Jepang. Rencananya karantina akan berlangsung hingga 19 Februari mendatang.
