News
·
10 Juli 2021 14:16
·
waktu baca 1 menit

WNI Diminta Tinggalkan Afghanistan Usai Taliban Klaim Kuasai 85 Persen Negara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
WNI Diminta Tinggalkan Afghanistan Usai Taliban Klaim Kuasai 85 Persen Negara (609971)
searchPerbesar
Pria bersenjata mengangkat senjata saat mendukung pasukan keamanan Afghanistan dan bahwa mereka siap untuk berperang melawan Taliban. Foto: Stringer/Reuters
KBRI Kabul menganjurkan WNI yang berada di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara itu. Imbauan tersebut dikeluarkan beberapa saat usai Taliban mengeklaim menguasai 85 persen Afghanistan.
ADVERTISEMENT
"Menyikapi situasi keamanan yang saat ini kurang kondusif di Afghanistan, KBRI Kabul mengimbau kepada seluruh WNI yang saat ini masih berada di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara akreditasi," sebut keterangan KBRI Kabul lewat instagram resminya.
KBRI Kabul menegaskan, memburuknya situasi keamanan di Afghanistan bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, WNI di Afghanistan diminta mempersiapkan tas evakuasi.
"Adapun terkait adanya ancaman yang dapat terjadi setiap waktu, kami mengimbau kepada WNI untuk menyiapkan evacuation bag (tas evakuasi) yang terdiri dari dokumen berharga, pakaian dan obat-obatan pribadi serta sejumlah uang tunai," sambung dia.
kumparan telah menghubungi Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, terkait apakah pemerintah akan memfasilitasi pemulangan para WNI atau tidak. Namun yang bersangkutan belum memberi respons.
ADVERTISEMENT
Kondisi Afghanistan memburuk jelang penarikan pulang seluruh tentara AS. Selama dua dekade militer AS membantu menjaga keamanan di negara penuh gejolak tersebut.
Beberapa pekan terakhir, pertempuran antara militer Afghanistan dan Taliban semakin intens terjadi, khususnya di perbatasan dengan beberapa negara seperti Tajikistan dan Iran.
Sementara itu, klaim Taliban menguasai 85 persen ditolak mentah Pemerintah Afghanistan. Namun, beberapa pejabat Pemerintahan membenarkan klaim kelompok teroris itu.
Kondisi di Afghanistan menjadi perhatian khusus WHO. Mereka menyatakan, memburuknya situasi di Afghanistan akan mempersulit masuknya bantuan obat-obatan ke negara itu.