WNI Jemaah Tablig Akbar di Malaysia Berasal dari Medan hingga Kalimantan

Tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 28 Februari - 3 Maret lalu diikuti sekitar 16 ribu jemaah dari berbagai negara di dunia. Sekitar 696 WNI dikabarkan juga ikut dalam kegiatan besar tersebut.
Menurut Pengurus Tim Tasykil Jamaah Tabliqh yang bermarkas di Masji Kebon Jeruk-Jakarta, Dahlan Siregar, para jemaah tersebut berasal dari berbagai daerah, misalnya Medan, Kepri, hingga berbagai daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan.
“600 itu seluruh Indonesia, ada berangkat dari Medan, Jawa, Kepulauan Riau, Kalimantan, itu terdeteksi (terdata) semua,” ungkap Dahlan kepada kumparan, Selasa (17/3).
Dahlan tak merinci kota-kota asal jemaah tersebut.
Sebagaimana diberitakan, tablig akbar di Malaysia itu menjadi salah satu klaster penyebaran corona di Malaysia. Sejumlah pasien positif corona di Malaysia terkait dengan klaster ini, salah satu di antaranya meninggal pada Selasa (18/3).
Terkait banyaknya WNI juga terlibat dalam kegiatan keagamaan itu, pemerintah Indonesia kini tengah menyisir data para jemaah Indonesia, untuk menelusuri potensi penyebaran corona dari clutser tersebut.
Di sisi lain, Dahlan mengatakan pihaknya juga akan ikut menyisir data-data para jemaah Indonesia yang mungkin terpapar virus corona.
Menurut Dahlan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi ada tidaknya jemaah yang terpapar. Katanya, data itu masih ditelusuri.
“Sudah (ditelusuri), kita tetap mencari informasi yang valid. Yang kita tahu begitu, belum ada yang pasti menerangkan jemaah tablig ini terkena virus ini (corona),” ujarnya.
“Tapi sampai sekarang ini itu kan dari polres datang, dari dinkes datang juga menanyai kita. Cuma sampai hari ini kita belum ada yang valid, artinya (siapa) orang jemaah tablig itu yang kena virus itu,” tuturnya lagi.
Dahlan berharap pihak pemerintah maupun aparat berwenang bisa memberikan informasi yang lengkap soal ada tidaknya Jamaah Tabligh dari Indonesia terpapar corona. Hal itu guna turut mengantisipasi penyebaran yang lebih luas di kalangan jemaah.
“Tentunya kalau ada pasti pemerintah baik di daerah ataupun di Jakarta ‘kan memberikan betul- betul, ini kan data orang, otomatis kita bisa mengkovernyalah, bahasanya kan untuk mengantisipasi berikutnya. Minimal bagaimana menjaga supaya jangan kena yang lain," ucapnya.
Kasus penyeberan corona di Malaysia terungkap setelah seorang pria Brunei terjangkit corona setelah hadir dalam tablig akbar itu. Setelah itu terungkap kasus-kasus serupa di Malaysia.
Kabar terbaru, 3 WNI di Malaysia yang menghadiri acara jemaah tablig itu positif corona.
