WNI Jemaah Tablig Meninggal Dunia di India

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugan menggunakan tali saat meletakan jenazah koban virus coroan ke liang lahat di sebuah pemakaman di New Delhi, India, Jumat (7/8). Foto: Adnan Abidi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugan menggunakan tali saat meletakan jenazah koban virus coroan ke liang lahat di sebuah pemakaman di New Delhi, India, Jumat (7/8). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Seorang Jemaah Tablig (JT) asal Indonesia meninggal dunia di Chennai, India. Jemaah tersebut meninggal akibat serangan jantung pada tanggal 22 September lalu.

"Sejauh ini KJRI Mumbai telah memberikan bantuan kekonsuleran, Sesuai permintaan keluarga, jenazah akan dimakamkan di India," kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam press briefing Kemlu, Rabu (30/9).

Sementara itu, terkait WNI JT, pada tanggal 25 September kemarin, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai telah memulangkan 15 orang WNI. Jadi, total 530 JT sudah kembali ke tanah air.

"221 lainya sedang kita upayakan terus pemulangan," ucap Retno.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam press briefing virtual, Jumat (7/8) Foto: Kemlu RI

Banyak di antara WNI tersebut tertahan di India karena harus menghadapi urusan hukum di sana. Mereka ditahan oleh pemerintah India, karena melanggar aturan berkumpul saat lockdown di India.

Beberapa WNI JT memang sudah dipulangkan ke Indonesia, dengan mendapatkan bantuan hukum dari KBRI dan KJRI. Namun, banyak pula yang menolak bantuan hukum dan memilih untuk menyelesaikan sidang di sana.

Namun, hal ini tidak menghentikan Kemlu memulangkan WNI JT lainya.

"Insyaallah, kita akan kembali memulangkan JT dari India pada tanggal 5 oktober mendatang. Jumlah pastinya masih menunggu proses administrasi dari berbagai otoritas di India," tutup Retno,