World Bank dan Kementan Bahas Kebijakan KUR Perkuat Ketahanan Pangan

1 November 2022 13:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Buruh tani menanam padi di area persawahan Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/6/2022). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Buruh tani menanam padi di area persawahan Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/6/2022). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pertemuan lanjutan bersama Kepala Perwakilan World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, Senin (31/10).
ADVERTISEMENT
Pertemuan ini dalam rangka tindak lanjut pertemuan SYL dan Vice President World Bank (WB) pada Selasa, 11 Oktober 202 lalu, di Washington DC, guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan skala produksi nasional.
Pada pertemuan lanjutan yang dilakukan secara virtual tersebut, SYL berfokus kepada upaya perlunya tindakan dari lembaga internasional bekerja sama dalam solidaritas untuk membangun sektor pertanian secara lebih baik.
"Kami menghendaki agar World Bank dapat mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia terlebih kita telah berhasil dalam menghimpun dana KUR bagi petani," ujarnya.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor pertanian pada 2020 telah diberikan sejumlah 55 triliun, berlanjut pada 2021 digulirkan 85 triliun dan pada 2022 sampai Oktober 2022 sudah mencapai angka 95 triliun.
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat acara penanaman padi di Desa Beringin Kecamatan Bringin, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (22/10). Foto: Dok. Istimewa
SYL menegaskan sektor pertanian selama ini adalah jawaban pasti dalam menghadapi berbagai persoalan dunia. Karena itu, membangun pangan harus dimulai dari kebersamaan.
ADVERTISEMENT
"Kiranya Ms Satu Kahkonen melalui World Bank dapat mendukung program kami seperti tertuang dalam executive summary terkait kajian yang telah dilakukan terutama pada saat Leader Summit G20 di Bali, kiranya juga untuk dapat diteruskan kepada Presiden RI."
Lebih lanjut SYL menegaskan akan berkoordinasi dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait capaian, keberhasilan dan hasil kajian WB terhadap KUR.
Terkait pencapaian pembiayaan pertanian di Indonesia, Satu Kahkonen memberikan masukan kepada Mentan agar kembali melakukan kajian lebih mendalam terhadap data-data KUR.
"Kajian yang signifikan dengan data yang tersedia sangat dibutuhkan, karena program KUR dibawah kepemimpinan Menteri Pertanian sifatnya masih baru", tegas Satu.
Petani merawat padi di Desa Sudamanik, Lebak, Banten, Selasa (25/5/2021). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
Pada kesempatan yang sama, Mr Vikash Choudhary dari World Bank yang ikut hadir dalam pertemuan virtual tersebut, menitipkan pesan agar KUR yang selama ini dilakukan dengan sistem kredit subsidi beralih ke arah kredit komersial sehingga dapat mengurangi beban pada APBN.
ADVERTISEMENT
World Bank menjanjikan akan menyediakan executive summary hasil dari pertemuan dan laporan tersebut untuk didiskusikan dengan lembaga pemerintahan terkait seperti Kemenko Perekonomian dikarenakan perlunya sinergi kajian KUR sektor pertanian secara menyeluruh.