World Water Forum Jadi Momen Pencegahan Krisis Air di Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Armida Salsiah Alisjahbana dalam konferensi pers World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (21/5/2024). Foto: Dok. Kemenkominfo
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Armida Salsiah Alisjahbana dalam konferensi pers World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (21/5/2024). Foto: Dok. Kemenkominfo

Indonesia menjadi tuan rumah agenda internasional 10th World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada 19-22 Mei 2024.

Salah satu agenda penting pertemuan parlemen dari 49 negara di World Water Forum ke-10 di Bali adalah membahas isu krisis air dunia.

DPR RI sebagai lembaga parlemen Indonesia pun turut menyoroti isu krisis air yang seolah menjadi "bom waktu" yang dihadapi setiap negara saat ini.

Anggota Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Hasnuryadi Sulaiman menghadiri 10th World Water Forum (WWF) di Nusa Dua Bali, Senin (20/5/2024). Foto: Dok. Istimewa

Anggota Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, forum ini jadi momen berharga parlemen di dunia bertukar pikiran mengenai isu air bersih.

"Tentunya ini menjadi momen yang berharga bagi para perwakilan parlemen dunia dari 49 negara untuk berbagi wawasan seputar penanggulangan krisis air di dunia," kata Hasnuryadi saat menghadiri acara ini, Senin (20/5).

Dia menjelaskan sikap DPR RI yang disampaikan Ketua DPR Puan Maharani juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

MenterI PUPR Basuki Hadimuljono dalam Deklarasi Menteri (Ministerial Meeting) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (21/5/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

PBB mencanangkan program SDGs 6, bahwa tujuan pembangunan ini untuk menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih yang berkelanjutan untuk semua.

"Komitmen dan langkah konkret parlemen membantu penyediaan air bersih bagi rakyat yang kita wakili tentunya sejalan dengan tujuan pembangunan yang menjadi sasaran SDGs 6 dari PBB untuk menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih yang berkelanjutan untuk semua," jelasnya.

Selain masalah kesehatan, krisis air dunia juga berpotensi memicu guncangan ekonomi, stabilitas politik, hingga konflik global.