Xi Jinping Temui Putin di Moskow, Tegaskan Akan Lawan Pengaruh AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan resmi di Beijing, China, Kamis (16/5/2024). Foto: Sputnik/Konstantin Zavrazhin/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara penyambutan resmi di Beijing, China, Kamis (16/5/2024). Foto: Sputnik/Konstantin Zavrazhin/Pool via REUTERS

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Kremlin pada Kamis (8/5) dan menekankan kedua negara harus menjadi sahabat sejati. Kedua sepakat untuk meningkatkan kerja sama ke tingkat yang baru dan dengan tegas melawan pengaruh AS.

Dalam pernyataan bersama yang cukup panjang, keduanya mengatakan akan memperdalam hubungan di berbagai bidang, termasuk hubungan militer dan memperkuat kerja sama untuk secara tegas melawan tindakan Washington yang menahan diri terhadap Rusia dan China.

Dikutip dari Reuters, Jumat (9/5), kedua negara juga menyinggung konflik Ukraina dan menyatakan konflik dapat diselesaikan dengan menghilangkan akar penyebabnya. Ini adalah frasa yang sering digunakan Rusia saat menyatakan mereka dipaksa berperang untuk mencegah prospek bergabungnya Ukraina ke NATO.

Ukraina dan sekutu Baratnya mengatakan apa yang dikatakan Rusia adalah dalih yang salah. Ukraina juga kerap menyebut apa yang dilakukan Rusia sebagai invasi gaya kekaisaran.

Putin juga berterima kasih karena Xi datang ke Moskow untuk merayakan kemenangan Rusia terhadap Adolf Hitler.

"Kemenangan atas fasisme yang dicapai dengan pengorbanan yang sangat besar memiliki makna yang abadi. Bersama rekan China kita, kami dengan teguh menjaga kebenaran sejarah, melindungi kenangan akan peristiwa tahun-tahun perang, dan menangkal manifestasi neo-Nazisme dan militerisme," kata Putin.

Sementara itu, Xi mengatakan China dan Rusia harus memperkuat fondasi kerja sama dan menghilangkan campur tangan eksternal.

"Kedua negara harus menjadi sahabat sejati yang melalui ratusan ujian berat," ujar Xi.

Xi juga mengatakan Rusia dan China harus bekerja sama melawan unilateralisme dan intimidasi.

China merupakan mitra dagang terbesar Rusia dan membantu perekonomian Moskow mengatasi sanksi Barat. Putin mengatakan, akan mengawasi semua elemen kunci hubungan kedua negara, dengan tujuan meningkatkan perdagangan dan investasi pada 2030.