Yai Mim Mundur Sebagai Dosen UIN Malang, tapi Status ASN-nya Belum Dicabut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yai Mim didampingi kuasa hukumnya, Senin (7/10/2025). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Yai Mim didampingi kuasa hukumnya, Senin (7/10/2025). Foto: Dok. kumparan

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana membenarkan Imam Muslimin atau Yai Mim yang tengah berseteru dengan tetangganya, Sahara, telah mengajukan pengunduran diri. Yai Mim merupakan dosen di UIN Malang.

"Beliau sudah mengundurkan diri, kami menghormati langkah beliau mengundurkan diri. Kami menghargai beliau, beliau punya hak sebagai ASN," kata Ilfi di UIN Malang, Selasa (7/10).

Yai Mim merupakan ASN Kementerian Agama. Pengunduran dirinya tidak serta merta membuat ia mundur dari ASN.

"Kita tunggu prosesnya harus dari pusat, statusnya masih menunggu Irjen (Inspektorat) Kemenag. Dia masih status ASN, dia masih terima gaji," ucap Ilfi Nur Diana.

Sementara itu, Yai Mim mengatakan, pengunduran dirinya sebagai dosen di UIN Malang sudah ia kirimkan pada pihak pimpinan pada 17 September 2025 lalu. Pengunduran diri itu kini diputuskan oleh pimpinannya.

"Saya mundur sampai ini selesai agar supaya apa kalau ada hal-hal yang mungkin diperlukan dari saya, saya tidak terikat oleh jam mengajar lagi. Alhamdulillah saya sudah di-follow up. Saya serahkan ke kampus terkait berapa lama waktu disetujuinya," ucap Yai Mim.

Yai Mim diketahui tengah berkonflik dengan tetangganya, Nurul Sahara. Awalnya hanya konflik antartetangga namun berubah menjadi sengketa hukum dan menjadi sorotan nasional. Keduanya juga saling melapor polisi dengan dugaan pidana yang berbeda-beda.

Awal Mula Kasus: Konflik Antartetangga

Yai Mim dan Nurul Sahara adalah tetangga yang tinggal di Perumahan Joyogrand, Kota Malang, Jawa Timur.

Yai Mim dikenal sebagai seorang kiai serta dosen. Sedangkan Nurul Sahara seorang pemegang gelar magister yang memiliki usaha travel/rental mobil yang beroperasi di sekitar rumahnya.

Konflik ini dipicu oleh masalah klasik lingkungan: sengketa penggunaan lahan dan parkir.

Kendaraan rental milik Sahara sering diparkir di depan rumah Yai Mim. Yai Mim menyatakan lahan tersebut adalah milik pribadinya yang sudah diwakafkan dan digunakan sebagai akses umum.

Pemicu terbesar adalah ketika Rosida Vigneswari (istri Yai Mim) meminta mobil Sahara dipindahkan karena menghalangi akses, namun tidak direspons.

Perseteruan ini meledak di media sosial setelah Nurul Sahara mengunggah video-video yang menunjukkan pertengkaran dan interaksi panas dengan Yai Mim di akun TikTok-nya. Hal ini kemudian beralih saling lapor ke polisi. Gubernur Jabar KDM bahkan pernah menemui keduanya untuk mendamaikan.