Yang Dirampas Begal dari Repan, Warga Baduy: Rp 3 Juta-10 Botol Madu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan saat berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu (26/10). Tangan kirinya dibacok.

Menurut Kepala Desa Kanekes, Oom, selain mengalami luka bacok, korban juga kehilangan uang hasil jualan madu sebesar Rp 3 juta, 10 botol madu, dan satu unit ponsel yang dipinjam dari orang lain.

“Pengakuan korban mah duit Rp 3 juta, madu 10 botol, jeung handphone menang nginjeum nu dibawa kabur ku pelaku eta (Pengakuan korban, uang Rp 3 juta, 10 botol madu, dan ponsel pinjaman dibawa kabur pelaku),” katanya pada Selasa (4/11).

Oom berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menangkap para pelaku agar masyarakat Baduy yang datang ke Jakarta merasa aman. Ia bahkan siap membantu proses pencarian bila diperlukan.

Kasus itu kini telah ditangani kepolisian setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Cempaka Putih pada Minggu (2/11) dengan nomor laporan polisi LP/B/83/XI/2025/SPKT/POLSEK CEMPAKA PUTIH/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Ari kami mah tos nelpon bagian reskrim. Ceuk urang kieu, geura cepat diintai, cepat diproses supaya pelaku geura ditewak. Mun pelaku teu kaintai saminggu, karunya si Repan. Urang geuh siap terjun ngabantu, ja si Repan eta incuna Puun Yasih, guru besar na Haji Hercules (Saya sudah menghubungi bagian reskrim, saya bilang agar pelaku segera diintai dan diproses supaya cepat tertangkap. Kalau tidak terlacak seminggu, kasihan Repan. Saya juga siap turun membantu, karena Repan ini cucunya Puun Yasih, guru besar dari Haji Hercules),” urainya.

Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan hingga harus mengalami luka bacok di tangan kiri saat sedang berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta pada Minggu (26/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sempat Ditolak RS karena Tak Ada KTP

Oom menuturkan, korban yang terluka sempat mendatangi rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan, namun ditolak karena tidak memiliki KTP. Sementara para pelaku berhasil kabur membawa barang-barang korban.

Nu ngabacok mah kabur. Seketika geus dibacok, eta korban ngadatangan rumah sakit, ngan teu ditangani soalnya pas ditanya KTP, eta teu boga, ja orang Baduy Jero (Yang membacok sudah kabur. Setelah dibacok, korban ke rumah sakit tapi tidak ditangani karena tidak punya KTP, kan orang Baduy Dalam),” ujar Oom.

Karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit di Cempaka Putih, korban akhirnya berjalan kaki ke wilayah Tanjung Duren untuk menemui kenalannya agar bisa dibantu mendapatkan perawatan medis.

Nah pas si Repan teu ditangani, teu diobatan ku rumah sakit di Cempaka Putih, manehna leumpang ka Pak Melo di Tanjung Duren. Leumpang ti Cempaka Putih eta hampir kabeakan getih. Langsung ku Pak Melo dibawa ka rumah sakit, bari dijelaskeun kana rumah sakitna mun ieu orang Baduy Jero jadi teu boga KTP (Karena tidak ditangani di rumah sakit Cempaka Putih, Repan berjalan kaki ke Pak Melo di Tanjung Duren. Dalam perjalanan hampir kehabisan darah. Langsung oleh Pak Melo dibawa ke rumah sakit dan dijelaskan kalau dia orang Baduy Dalam, jadi tidak punya KTP),” ucap Oom.

“Pengakuan korban, ieu nepi sekitar jam 8 isuk ti Cempaka Putih ka Tanjung Duren ti jam 3 subuh. Eta karak bisa ditangani ku Pak Melo. Mantakan kami geuh nuhun ka Pak Melo (Pengakuan korban, dia sampai sekitar jam 8 pagi di Tanjung Duren setelah berangkat jam 3 subuh dari Cempaka Putih. Baru bisa ditangani oleh Pak Melo. Makanya kami berterima kasih ke Pak Melo),” imbuhnya.