Yang Perlu Diketahui soal Tewasnya Ali Kalora di Tangan Densus 88

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
eye-off
Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?
Satu pucuk senjata api M16 dan bom ditemukan di lokasi tewasnya dua teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, usai kontak tembak di Wilayah Pegunungan Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9). Foto: admin
Satu pucuk senjata api M16 dan bom ditemukan di lokasi tewasnya dua teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, usai kontak tembak di Wilayah Pegunungan Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9). Foto: admin

Satuan Tugas Madago Raya berhasil menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora di Desa Astina, Kec. Torue, Kab. Parigi Mautong, Sabtu (18/9).

Dari informasi yang dihimpun, baku tembak terjadi daerah Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kabar tewasnya Ali Kalora ini diperkuat dengan sebuah foto penampakannya. Ali menggunakan celana hitam dan menenteng sebuah tas ransel. Wajahnya rusak sebagian akibat diberondong peluru petugas.

Sementara rekannya yang tewas ditemukan menggunakan pakaian motif loreng membawa tas dan parang. Senjata larang panjang jenis M16 juga ditemukan tidak jauh dari keduanya.

Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berjaga di rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat dilakukan penggeledahan di Kavling Barokah. Foto: ANTARA FOTO/Ariesanto

Mahfud MD: Ali Kalora dan Anak Buahnya Ditembak Mati, Masyarakat Harap Tenang

Menkopolhukam Mahfud MD memastikan pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan pada Sabtu (18/9). Mahfud menyebut, Ali Kalora tewas ditembak mati oleh Densus AT/88.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88," kata Mahfud di Twitter pribadinya, dikutip kumparan, Minggu (19/9).

Mahfud menyatakan, Ali Kalora ditembak mati Densus 88 bersama dengan seorang anak buahnya. Merespons adanya penembakan ini, Mahfud mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

"Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," kata dia.

Sejumlah personel Polri dan TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya berkoordinasi saat melakukan patroli di pergunungan Manggalapi, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (16/8/2021). Foto: Rangga Musabar/ANTARA FOTO

Polri Minta 4 DPO Teroris Poso Lain Menyerahkan Diri

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, mengatakan meski Ali Kalora telah tewas, tapi masih ada 4 DPO teroris lainnya yang bersembunyi.

“Adapun 4 sisa DPO teroris Poso yang menjadi buruan Satgas Madago Raya saat ini adalah Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang,” kata Rudy di Mapolda Sulteng, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9).

Rudy mengimbau agar para DPO segera menyerahkan diri. Pihaknya berharap ada iktikad baik dari para DPO teroris MIT Poso.

“Diharapkan kepada sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan,” ujar Rudy.

Daftar Barang yang Dibawa Ali Kalora saat Ditembak Mati: Bom hingga Senjata M16

Dari informasi yang kumparan dapatkan, saat tewas di tangan Satgas Madago Raya, Ali Kalora dan anak buahnya membawa sejumlah barang. Mulai dari bom hingga senjata serbu M16.

Berikut daftar barang bawaannya:

(1) Pucuk Senjata M16

(2) Hammelok

(2) Ransel

(2) Jaket

(3) Chestrig

(2) Selimut

(1) Sarung

(3) Celana

(1) Senter kepala

(1) Benang lilit

(1) Belanga dan daging

(2) Kaus kaki

(1) Headset

(1) Kepala charger

(1) Gunting

Garam

(2) Baju kaus

(1) Kantong tepung kecil isi beras

(1) Kantong tepung kecil isi obat-obatan

(1) Gergaji

(2) Parang

(2) Lotion nyamuk

(1) Muk air

(1) Toples kecil

Botol Minyak

Sorban Sarung

(2) Korek api dalam botol kuning

(1) Pembersih muka

(1) Sikat gigi untuk senpi

(1) Tali pancing

(1) Slink

(1) Lilit tali jemuran kecil warna biru

Karet ban

Minyak tanah botol putih kecil

(2) Terpal coklat

(1) Handphone Android

(1) Jam tangan Ali Kalora

(1) Bom tarik

(1) Bom bakar

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi. Foto: ANTARA/Khaerul Izan

4 DPO Teroris Poso yang Tersisa

Dengan meninggalnya 2 DPO teroris Poso itu katanya, maka sisa DPO teroris Poso tinggal 4 orang.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Hamzah alias Pak Guru, Hamzah H. Abidin alias Na'e alias Galuh, Ahmad Gazali alias Ahmad alias Mat Panjang, dan Suhardin alias Farhan alias Abu Farhan alias Hasan Pranata.

"Diharapkan kepada sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan," kata Kapolda Sulteng.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menerangkan, Satgas Operasi Madago Raya juga telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M.16 diduga milik Ali Kalora, dua buah ransel, satu buah bom tarik, satu buah bom bakar dan lain-lain.

Polri Buru Sosok Pak Guru

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, meski Ali Kalora telah tewas tapi masih ada 4 DPO teroris lainnya yang bersembunyi.

“Adapun 4 sisa DPO teroris Poso yang menjadi buruan satgas madago raya saat ini adalah Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang,” kata Rudy di Mapolda Sulteng, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9).

Rudy mengimbau agar para DPO segera menyerahkan diri. Pihaknya berharap ada iktikad baik dari para DPO teroris MIT Poso.

“Diharapkan kepada sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan,” ujar Rudy.