Yang Terbakar di Setiabudi Jaksel Toko Material, Diduga karena Masalah Listrik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran toko material di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Foto: Gulkarmat Jakarta Selatan
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran toko material di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Foto: Gulkarmat Jakarta Selatan

Kebakaran yang terjadi di Jalan Karbela Barat, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/6) telah padam. Bangunan yang terbakar sebelumnya disebut rumah tinggal, namun petugas damkar meralatnya dan menyebut bangunan yang tersebut ialah toko material.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan objek yang terbakar merupakan bangunan tiga lantai. Api diduga berasal dari masalah kelistrikan.

“Objek yang terbakar toko material atau bangunan usaha dan perdagangan. Dugaan penyebab kebakaran fenomena kelistrikan,” kata Asril dalam keterangannya kepada kumparan, Selasa (23/6).

Adapun kebakaran pertama kali diterima damkar pada pukul 14.23 WIB dari seorang warga. Asril menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik bangunan, api pertama kali diketahui setelah seorang anak sekolah melihat kobaran api di lantai dua.

“Menurut pemilik bangunan, ketika terjadi kebakaran ada laporan dari anak sekolah melihat dan berteriak kebakaran di lantai 2 bangunan, ujar Asril.

Kebakaran toko material di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Foto: Gulkarmat Jakarta Selatan

“Pemilik bangunan, Pak Edi, baru menyadari setelah diberi tahu dan mencoba melakukan pemadaman dengan air dibantu warga,” lanjutnya.

Namun, upaya pemadaman awal tersebut tidak berhasil lantaran api sudah telanjur membesar.

“Karena api yang cukup membesar sehingga api sulit dipadamkan dan kemudian menelepon pos pemadam terdekat,” jelasnya.

Sebanyak 28 unit damkar dikerahkan untuk mempercepat pemadaman. Sekitar pukul 19.03 operasi pemadaman dinyatakan selesai.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Selain itu, tidak ada bangunan lain yang terdampak kebakaran.

“Korban luka nihil, korban jiwa nihil. Taksiran kerugian sekitar Rp 1,25 miliar,” kata Rizal.