Yasonna Minta Instalasi Listrik di Lapas-lapas Dicek
ยทwaktu baca 2 menit

Menkumham Yasonna Laoly meninjau kondisi Lapas Kelas I Tangerang, Banten, yang terbakar subuh tadi. Yasonna meminta jajarannya untuk mengecek instalasi di lapas-lapas untuk mencegah kebakaran karena arus pendek listrik terjadi.
"Jadi kalau kita melihat lapas kita ini memang sudah berumur 42 tahun. Tadi saya sudah perintahkan pak Dirjen, ada Pak Sesditjen, coba cek lagi lapas-lapas karena di beberapa tempat lapas kita, karena kerusuhan pada umumnya [disebabkan] arus pendek [listrik]. Itu lapas-lapas lama seperti ini," kata Yasonna, Rabu (8/9).
Yasonna mengungkapkan sejumlah lapas di Tangerang sudah cukup berumur. Bahkan ada lapas yang bangunannya merupakan bangunan zaman penjajahan Belanda.
"Jadi supaya instalasi listriknya [baik], sudah minta Pak Dirjen, Pak Sesditjen untuk periksa. Jadi tidak mau terulang lagi seperti ini karena arus pendek. Apalagi di lapas yang warga binaannya waktu malam terpaksa harus kita kunci dalam sel. Jadi kalau terjadi sesuatu kalau enggak cepat bisa berbahaya," jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan 41 orang napi yang tewas. Yasonna mengungkapkan dua di antara napi yang tewas merupakan WNA.
"Ada dua orang WNA, satu warga negara Portugal dan satu warga negara Afrika Selatan. Kami sudah bekerja sama dengan Kemlu dan juga kedutaan besar dan juga konsuler daripada negara yang bersangkutan. Nanti kita tentukan bagaimana penghubungan dengan keluarga mereka, di mana pemakaman, nanti itu ada tim 3 yang akan melakukan itu karena ini menyangkut negara lain," tuturnya.
Untuk menyelidiki peristiwa ini lebih lanjut, Kemenkumham membentuk lima tim. Tim pertama untuk identifikasi; tim kedua untuk pemulasaran, pemakaman, dan pengantaran jenazah; tim ketiga untuk pemulihan keluarga.
"Tim empat koordinasi dengan stakeholder. Ada Pak Junaidi, mantan direktur di Dirjen Pas. Tim lima adalah humas, supaya jangan beritanya simpang siur ada humasnya, jadi satu pintu, supaya kita peroleh info pas, tidak spekulasi," pungkasnya.
