Yayasan Bina Antarbudaya Dukung Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri Makin Masif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rakernas 2023 Bina Antarbudaya yang diselenggarakan di Yogyakarta, 24-26 Februari 2023. Foto: dok. Bina Antarbudaya
zoom-in-whitePerbesar
Rakernas 2023 Bina Antarbudaya yang diselenggarakan di Yogyakarta, 24-26 Februari 2023. Foto: dok. Bina Antarbudaya

Pemerintah terus mendukung program pertukaran pelajar Tanah Air ke luar negeri. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong cita-cita Indonesia: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan mempelajari keberagaman budaya yang ada di dunia, siswa diharapkan dapat menciptakan perdamaian dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Semakin banyak pelajar yang pergi ke luar negeri untuk meneruskan pendidikan, semakin banyak pula anak-anak muda yang cerdas dan membanggakan.

Melihat hal ini, Yayasan Bina Antarbudaya (YBA) atau AFS Indonesia telah mengadakan program pertukaran pelajar sejak 1956. Sebagai suatu organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, kepemudaan, dan sosial, Bina Antarbudaya berafiliasi dengan AFS Intercultural Program yang berbasis di New York, Amerika Serikat, sebuah organisasi berbasis relawan yang tertua dan terbesar di dunia untuk menghadirkan program tersebut.

Siswi hosting (asing) bersama dengan host family (keluarga angkat). Foto: dok. Bina Antarbudaya

Hingga saat ini, Bina Antarbudaya masih menyelenggarakan program pertukaran budaya melalui program pertukaran pelajar AFS, YES, & Asia Kakehashi Project yang saat ini dikelola bersama dengan 20 Chapter Bina Antarbudaya Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakernas) bertajuk “Reinventing Character”.

Pelajar Indonesia (Sending) bersama dengan para teman sekolah di Negara tujuan AFS. Foto: dok. Bina Antarbudaya

Rapat yang diadakan di Yogyakarta pada 24-26 Februari itu membahas bagaimana Bina Antarbudaya dapat mempertahankan karakter para generasi penerus yang membawa perubahan bagi bangsa agar tetap memiliki jiwa nasionalis di tengah pertumbuhan budaya luar.

Tak hanya itu, Bina Antarbudaya juga membuka kesempatan bagi keluarga Indonesia untuk dapat menjadi keluarga angkat bagi siswa-siswi asing yang akan sekolah dan tinggal di Indonesia selama hampir satu tahun. Hal ini menjadi cara agar pembelajaran terkait keberagaman budaya semakin masif.

Tri Mumpuni dalam Rakernas 2023. Foto: dok. Bina Antarbudaya

Salah satu pendiri Yayasan Bina Antarbudaya, Taufiq Ismail, membuka Rakernas 2023 dengan membacakan puisi Kita Merindukan Anak-anak Indonesia yang ditulis pada tahun 2005. Selaras dengan isi puisi tersebut, Bina Antarbudaya ingin menciptakan para calon pemimpin di masa depan yang tumbuh secara global dengan karakter bangsa yang tetap melekat seiring pertumbuhan zaman.

Taufiq Ismail membuka Rakernas dengan puisi Kita Merindukan Anak-anak Indonesia. Foto: dok. Bina Antarbudaya

Hingga saat ini, alumni pertukaran pelajar YBA berjumlah lebih dari 6.000 orang. Mulai dari Taufiq Ismail (penyair), Arief Rachman (tokoh pendidikan), Tanri Abeng (mantan Menteri BUMN), Yahya Muhaimin (mantan Menteri Pendidikan), Imam Prasodjo (sosiolog).

Lalu, Tri Mumpuni (tokoh energi), Najwa Shihab (news anchor), Valerina Daniel (Runner Up 2 Puteri Indonesia 2005), Indra Herlambang (artis), Uli Herdinansyah (presenter), Joko Anwar (sutradara), dan masih banyak lagi.

Siswa hosting (asing) yang bersekolah dan tinggal di Indonesia. Foto: dok. Bina Antarbudaya

"Bina Antarbudaya berterima kasih yang sebesarnya kepada para seluruh Kakak Volunteer di 20 chapter Bina Antarbudaya yang telah berpartisipasi dan turut berperan membantu para pelajar berprestasi Indonesia," ujar Ketua Dewan Pengurus YBA, Sinta Kaniawati.

Ke depannya, YBA akan terus mendukung cita-cita bangsa dalam mencerdaskan kehidupan generasi muda melalui berbagai program pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Yayasan Bina Antarbudaya