News
·
22 April 2021 18:50

Yenny Wahid Apresiasi Nadiem Responsif Klarifikasi Polemik Kamus Sejarah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Yenny Wahid Apresiasi Nadiem Responsif Klarifikasi Polemik Kamus Sejarah (227788)
Yenny Wahid di acara diskusi "harapan baru dunia Islam" meneguhkan hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Direktur Eksekutif Wahid Institute Yenny Wahid merespons positif sikap Mendikbud Nadiem Makarim yang terbuka atas kritik tak lengkapnya kamus sejarah Indonesia Kemendikbud. Yenny mengapresiasi sikap Nadiem, meski kesalahan itu terjadi di era Mendikbud sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Kami ingin memberikan apresiasi terhadap Mas Menteri Nadiem yang sangat responsif dengan isu ini. Walaupun sebetulnya peristiwa pembuatan naskah atau kamus sejarah tersebut bukan terjadi di zaman beliau, namun justru beliau menunjukkan komitmen dengan langsung merevisi langsung memperbaiki kamus sejarah tersebut," kata Yenny di Kantor PBNU, Kamis (22/4).
Selain pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang tidak ada dalam kamus sejarah Indonesia terbitan Kemendikbud, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga tidak dicatat di sana. Atas kejadian ini, Yenny meminta semua pihak mengambil hikmah agar kamus itu segera diperbaiki.
"Sebagai bahan pembelajaran bagi generasi muda ke depan agar lebih mengenal lagi tokoh-tokoh bangsa serta kontribusi mereka terhadap kemerdekaan maupun pengisian kemerdekaan bangsa Indonesia," tuturnya.
Yenny Wahid Apresiasi Nadiem Responsif Klarifikasi Polemik Kamus Sejarah (227789)
Mendikbud Nadiem Makarim saat melakukan rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Bagi Yenny, tanpa mengerti sejarah maka bangsa Indonesia akan tercabut dari akar kelahirannya sebagai bangsa, dan ke depan perjalanan bangsa Indonesia mungkin tidak sesuai dengan apa yang diinginkan para pendiri bangsa.
ADVERTISEMENT
"Jadi dalam hal ini mungkin penegasan saja bahwa dari pihak kami, dari pihak Nahdlatul Ulama, dari keluarga Gus Dur juga permasalahan ini sudah selesai," tegas Yenny.
Yenny mengatakan, pihaknya akan memberikan asistensi kepada Nadiem dan tim untuk merevisi kamus sejarah Indonesia supaya jauh lebih lengkap.
"Mungkin Mas Nadiem kalau saya boleh usul partisipasi publik bisa juga ditunggu. Kalau melihat draf sekarang ini buku yang ada bisa dicermati kalau ada hal-hal yang masih kurang sempurna mungkin bisa, ya, disampaikan. Jadi sifatnya lebih partisipatoris," pungkas Yenny.