Youtuber Pengkritik Pemerintah Singapura Mendapat Suaka Politik di AS

Seorang remaja Singapura yang dipenjara dua kali akibat menghina mantan presiden Lee Kuan Yew dan pemimpin agama akhirnya mendapat suaka politik di Amerika Serikat. Dilansir AFP, pengacara Amos Yee mengonfirmasi persetujuan suaka politik pada Sabtu (25/3).
Di usia yang masih menginjak 18 tahun, Amos Yee pernah membuat gempar Singapura lewat video berisi ujaran kebencian yang diunggah di Youtube. Yee menyerang Lee Kuan Yew, mengejek nasionalisme Singapura, dan mengkritik kaum agamawan.
Kemarahan publik Singapura terhadap Yee memuncak ketika video yang menghina Lee Kuan Yew diunggah bertepatan dengan momen meninggalnya presiden pertama Singapura tersebut. Dalam waktu yang berdekatan Yee juga menyinggung umat Kristiani. Atas kesalahan tersebut, Yee divonis penjara empat minggu.
Pada tahun 2016, Yee kembali di penjara karena kembali mengunggah video yang dianggap menyinggung umat Muslim dan Kristiani.
Yee kemudian memutuskan pergi ke AS untuk mencari perlindungan setelah tekanan yang tak kunjung berhenti di negaranya. Namun saat itu permohonan Yee ditolak yang kemudian membuatnya ditahan oleh otoritas AS ketika ia tiba di bandara Chicago pada 30 Desember 2016. US Department of Homeland Security, lembaga yang menaungi keamanan dalam negeri AS, saat itu menolak pengajuan suaka karena Yee pernah tersangkut kasus hukum di negaranya.
Sandra Grossman, pengacara asal Maryland Grossman Law LLC selaku kuasa hukum Yee dalam proses pengajuan suaka politik telah membenarkan bahwa Imigrasi AS akhirnya mengabulkan permohonan Yee.
Pengadilan AS beranggapan bahwa kebebasan Yee dibatasi oleh kekangan pemerintah Singapura. “Yee sangat terbebani oleh masa lalunya yang banyak mengalami masalah karena opini politiknya dan ia benar-benar takut akan kemungkinan masa depan yang penuh tekanan di Singapura,” ungkap hakim dalam keputusannya.
“Oleh karena itu, sidang memutuskan untuk memberinya (Yee) suaka."
Hakim menyebutkan bahwa bukti yang ditunjukkan selama persidangan menunjukkan bahwa, “cara Singapura melakukan tekanan terhadap Yee adalah dalih untuk membungkam opini politik yang kritis terhadap pemerintah Singapura."

Yee awalnya adalah seorang aktor yang beralih menjadi aktivis lewat video-video yang diunggah ke Youtube. Dalam videonya, Yee dikenal sangat kritis terhadap pemerintah Singapura, nasionalisme, dan agama.
Namun, Singapura tidak pernah memberi celah sedikitpun untuk para pembangkang seperti Yee. Umpatan Yee akan dianggap sebagai pengacau. Kritik akan selalu diartikan sebagai kriminal. Kondisi semacam itu menjadi ciri khas kontrol ketat pemerintah Singapura terhadap warganya.
