Yuddy Chrisnandi Tahu Bakal Jadi Dubes Sejak Dicopot dari Kabinet

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Suasana ketika pelantikan Dubes di Istana (Foto: Dok. Biro Pers Istana)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana ketika pelantikan Dubes di Istana (Foto: Dok. Biro Pers Istana)

Yuddy Chrisnandi hari ini resmi dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Ukraina. Seusai dilantik, Yuddy mengaku sudah tahu bahwa ia akan menempati posisi dubes sejak dicopot dari kabinet kerja.

"26 Juli (2016) kurang lebih pukul 19.20 WIB saat bertemu Pak Presiden, Pak Wapres, di sana ada Pak Pratikno, Pak Menseskab. Setelah selesai berdialog dengan Pak Presiden, kurang lebih 20-30 menit, saya sudah tahu akan diberi tugas sebagai dubes," ujar Yuddy seusai dilantik di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (13/3).

Sekadar diketahui, Yuddy sebelumnya dicopot dari posisi menteri PAN RB ada perombakan kabinet jilid II pada 27 Juli 2016. Namun, kata Yuddy, saat itu, ia belum mengetahui di negara mana ia akan ditempatkan.

Politikus Partai Hanura ini baru mengetahui bahwa ia akan ditempatkan di Ukraina pada November 2016. Saat itu, ia diberitahu oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Saat itu, Yuddy bertanya kepada Menlu siapa yang memilihnya menjadi Dubes. Ternyata, kata dia, Jokowi yang memilihnya menjadi Dubes Indonesia untuk Ukraina.

"Saya tanya kepada Bu Menlu, siapa yang memilihkan ini dan yang memilihkan adalah bapak presiden langsung. Dan saya sampaikan kalau memang ini pilihan Pak Presiden, saya terima sebaik-baiknya dan akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya sebagai sebuah kehormatan," ujarnya.

Presiden Joko Widodo melantik 17 dubes untuk negara sahabat pada Senin (13/3) di Istana Negara, Jakarta Pusat. Dari 23 nama calon duta besar yang diajukan Presiden ke DPR, hanya 17 orang yang dilantik berdasarkan hasil fit and proper test di DPR.

Dipimpin langsung oleh presiden, pelantikan dimulai pada pukul 14.10 WIB. Jokowi menanyakan kesediaan mereka untuk menjadi duta besar.

Beberapa pejabat negara serta anggota partai politik juga turut hadir, di antaranya adalah Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Fadli Zon, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Kepala BIN Budi Gunawan.