Yusril: Pemerintah Tak Akan Izinkan Konser Israel Houghton di RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. Foto: Kemenko Kumham Imipas
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. Foto: Kemenko Kumham Imipas

Pemerintah menegaskan tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Trinity Tower, Jakarta, Senin (5/10).

“Kami ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia,” kata Yusril.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait rencana pertunjukan musik bertajuk Til The Whole World Knows Tour 2026.

Yusril menegaskan, pemerintah tidak mempermasalahkan agama maupun nama Israel Houghton. Namun, pemerintah menyoroti dugaan adanya muatan politik dalam pertunjukan tersebut.

“Tapi yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai itu dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel,” ujar Yusril.

Dugaan tersebut dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan pemerintah terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan.

“Dan kita menganggap hal seperti itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya," kata Yusril.

Selain mempertimbangkan aspek politik luar negeri, pemerintah juga menyoroti persoalan izin pertunjukan. Yusril mengatakan hingga saat ini panitia belum mengajukan izin untuk menggelar konser tersebut.

"Jadi kami setelah juga melakukan koordinasi dengan Menko Polkam, dengan Kapolri juga, dan dapat diketahui bahwa sampai hari ini pihak panitia sebenarnya belum pernah mengajukan izin untuk melakukan pertunjukan ini,” kata Yusril.

Yusril juga mengantisipasi kemungkinan Israel Houghton datang ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA). Menurut dia, VoA hanya dapat digunakan untuk kegiatan kunjungan wisata, bukan untuk pertunjukan musik.

“Visa on Arrival hanya boleh dilakukan untuk kegiatan kunjungan wisata, bukan untuk kegiatan pertunjukan musik seperti yang akan dilaksanakan ini,” katanya.

Tiket Masih Dijual

Di tengah belum adanya izin pertunjukan dan permohonan visa tersebut, Yusril menyebut penjualan tiket konser masih berjalan.

“Sampai siang ini penjualan tiket online masih terus berlangsung,” ujar Yusril.

Yusril menegaskan pemerintah tidak mencampuri urusan penjualan tiket karena hal tersebut merupakan urusan bisnis antara sponsor kegiatan dan agen penjualan tiket.

“Kami enggak mau bercampur, ya. Itu urusan bisnis antara sponsor kegiatan dan agen penjualan tiket,” katanya.

Namun, pemerintah memastikan apabila nantinya panitia mengajukan permohonan izin pertunjukan maupun visa, keduanya tidak akan diberikan.

"Sekiranya diajukan permohonan untuk melakukan pertunjukan dan kemudian juga memohon visa, maka permohonan izin pertunjukan dan visa tidak akan diberikan,” ucap Yusril.