Yusril Soal Atlet Israel Akan Tanding di Indonesia: Tunggu Arahan Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama Koalisi Masyarakat Sipil memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat di Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama Koalisi Masyarakat Sipil memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat di Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Seorang atlet Israel dikabarkan akan mengikuti kejuaraan senam di Indonesia pada akhir Oktober ini. Keikutsertaan si atlet ditolak oleh Komisi I DPR RI hingga Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra menyebut bahwa hingga saat ini, Kementerian Imigrasi masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto perihal larangan atlet itu berlomba di Indonesia.

“Jadi kami menunggu arahan dari Pak Presiden mengenai hal ini, dan Pak Menlu,” ucap Yusril di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta pada Kamis (9/10).

Menurut Yusril, pelarangan atlet dari suatu negara tertentu untuk berlomba di Indonesia memungkinkan karena mempertimbangkan implikasi politik tertentu. Sebab, si atlet membawa nama resmi negara yang mereka wakili.

“Kalau kegiatan event olahraga dan lain-lain, itu ada implikasi politiknya. Dan biasanya tergantung sikap kita juga,” ucap Yusril.

“Misalnya dulu kita pernah mengadakan Asian Games. Dan menolak juga kehadiran tim Israel ke sini. Atau juga yang lain-lain, misalnya sepak bola. Beda halnya orang pribadi yang kunjung ke sini,” tambahnya.

Ia pun menyebut bila nanti sudah ada keputusan presiden, maka Kementerian Imigrasi akan mematuhinya.

“Ya, tentu kalau sudah menjadi arahan presiden, kita akan laksanakan. Jadi, kita perlu patuh kepada presiden. Dan sudah arahan beliau seperti itu, kita akan laksanakan di lapangan,” ucap Yusril.

Ia memastikan, hingga saat ini, belum ada arahan presiden yang ia terima.

“Nanti saya tanya Menteri Imigrasi dulu. Mungkin langsung ke Menteri Imigrasi. Karena masalah teknis imigrasi itu ada pada Menteri Imigrasi dulu. Tapi ke saya belum itu, mungkin langsung ke Menteri Imigrasi,” ucap Yusril.