Yusril Soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Keputusan Ada di Presiden

4 November 2025 14:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yusril Soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Keputusan Ada di Presiden
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengaku dirinya menghormati tiap pendapat di masyarakat terkait polemik pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2, Soeharto.
kumparanNEWS
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta Selatan pada Kamis (9/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta Selatan pada Kamis (9/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
ADVERTISEMENT
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengaku dirinya menghormati tiap pendapat di masyarakat terkait polemik pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2, Soeharto.
ADVERTISEMENT
Namun, dia menekankan keputusan akhir mengenai pemberian gelar pahlawan ada pada Presiden, Prabowo Subianto.
"Kita menghormati perbedaan pendapat yang muncul di tengah-tengah masyarakat di kalangan akademisi terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Mantan Presiden Soeharto," kata dia di Kantor PPATK pada Selasa (4/11).
"Akhirnya kan keputusan itu ada di tangan Presiden, jadi kita menghargai semua pendapat-pendapat yang berkembang," lanjut dia.
Yusril mengaku belum menerima bocoran soal gelar pahlawan nasional itu akan diberikan oleh Prabowo kepada Soeharto ataukah tidak.
Dia hanya menyebut penganugerahan gelar pahlawan nasional kemungkinan akan diumumkan saat peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2025.
"Saya belum mendapatkan satu kabar yang pasti apakah usulan terhadap hal itu akan diterima oleh Presiden. Internal pun saya nggak tahu apakah Menteri Sosial sudah mengajukannya kepada Presiden atau belum," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Adapun disinggung soal dirinya secara pribadi setuju ataukah tidak atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, Yusril enggan berbicara banyak.
"Saya pemerintah jadi saya nggak bisa berbicara mendukung atau tidak mendukung, karena memang tidak terkait dengan tugas dan kewenangan saya sebagai Menko di Bidang Hukum HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan," kata dia.
Usulan pemberian gelar pahlawan terhadap Soeharto digulirkan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat bersilaturahmi dengan keluarga Soeharto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (28/9).
"Beliau telah berusaha mengabdikan diri sebaik-baiknya dalam menjalankan tugas sebagai presiden dan berjasa besar dalam mengantarkan bangsa Indonesia beranjak dari negara miskin menjadi negara berkembang," kata dia.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Soeharto juga sudah masuk dalam daftar 40 tokoh yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional.