Zainal Arifin soal Drama Politik: Jokowi Harusnya Ngaca
·waktu baca 2 menit

Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi--mulai putusan gugatan syarat capres-cawapres hingga MKMK--memunculkan drama baru. Hal ini juga sempat disinggung oleh Presiden Jokowi.
Namun, pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, punya pandangan tersendiri. Dia menilai, Jokowi harusnya berkaca kepada dirinya sendiri soal drama politik yang tengah bergulir saat ini.
"Walaupun Pak Presiden harusnya ngaca juga. Harusnya dia ngaca juga dong bahwa drama itu terjadi ya mungkin ada sumbangan dia juga, ada kontribusi," kata Zainal dalam wawancara khusus di program Info A1 kumparan.
Pria yang karib disapa Uceng itu menilai, drama yang muncul di satu sisi memang jadi poin pertarungan menarik bagi para pasangan calon yang berlaga di Pilpres 2024. Tapi, di sisi lain, warga bisa jadi yang merugi.
"Kita ngobrol sama Denny, 'Kalau ini perang isunya di wilayah ini, berarti nanti pilpres kita kehilangan substansi'," tutur dia.
Tak bisa dipungkiri perang opini terus bergulir setelah beberapa putusan MK muncul dan Gibran Rakabuming Raka--anak Jokowi--maju jadi cawapres Prabowo. Isu politik dinasti hingga cawapres cacat moral juga menyeruak.
Bagi Zainal, Gibran sebenarnya sekarang sedang tersandera oleh putusan MK itu. Apalagi, sudah ada putusan MKMK yang menyebut Anwar Usman--paman Gibran--melanggar etik berat dan dicopot dari jabatan Ketua MK.
"Kalau saya misalnya jadi pendukungnya atau orang yang bekerja untuk Anies atau orang yang bekerja untuk Ganjar, sebenarnya menurut saya senang dengan putusan ngambang ini. Karena bisa dipakai mukul terus, bisa dipakai terus dan mukulnya lama ini. Jualannya bisa lama sampai ada tiga bulan dia jualankan," jelas dia.
"Walaupun beberapa analis ya yang melakukan survei, walaupun tidak keluar itu juga bicara juga bahwa memang ini isu yang terlalu elite. Masyarakat enggak terlalu peduli sebenarnya putusan MK," ucap dia.
