Zakir Naik: Islam Tak Hanya Ajarkan Salat, Tapi Juga Cara Memerintah

Ulama asal India, Dr Zakir Naik, hari ini berdialog dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Dalam dialog tersebut, Zakir sempat memberikan pandangannya soal pemisahan antara agama dan politik.
Saat berdialog bersama Zulkifli dan sejumlah audiens, ada penanya yang menanyakan soal pemisahan agama Islam dan politik dalam menjalankan pemerintahan.
"Apakah agama Islam dan pemerintah seharusnya terpisah?" tanya seorang audiens kepada Zakir.
Zakir kemudian menjelaskan bahwa Islam adalah sebuah gaya hidup yang lengkap. Islam tak hanya mengajarkan nilai keagamaan tapi juga mengajarkan seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan kehidupan bernegara.
"Apakah Islam terpisahkan dengan pemerintahan? Kata yang tepat adalah gaya hidup yang lengkap. Islam tidak hanya mengajarkan cara salat dan puasa. Itu juga membahas seluruh aspek pendidikan termasuk memerintah sebuah negara," terang Zakir di ruangan Ketua MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (31/3). Zakir menjawab dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh seorang penerjemah.
"Islam adalah suatu panduan hidup. Tidak hanya soal salat, puasa, haji, apa yang bisa dimakan, apa yang tidak bisa dimakan, tapi bagaimana berbisnis, memerintah kota dan negara," lanjutnya.
Menurutnya, pemerintahan tidak bisa dipisahkan dengan agama. Ia juga mengatakan bahwa Al-Quran adalah buku terbaik di dunia. "Itu suatu pernyataan terhadap kemanusiaan. Itu panduan hidup, kepastian dan juga memberikan harapan," tuturnya.
Selain itu Zakir juga mengatakan konstitusi terbaik untuk memerintah sebuah negara di seluruh dunia ada di Al Quran karena berasal dari Allah SWT.
