Zat Misterius yang Bikin 26 Orang di Mal Tokyo Terluka Diduga Pepper Spray

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis mengevakuasi para korban di pusat perbelanjaan Ginza 6 Shopping Center, Tokyo, Senin (25/5/2026), setelah terjadi insiden penyemprotan zat misterius di area tersebut. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis mengevakuasi para korban di pusat perbelanjaan Ginza 6 Shopping Center, Tokyo, Senin (25/5/2026), setelah terjadi insiden penyemprotan zat misterius di area tersebut. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Sebanyak 26 orang terluka setelah seorang pria menyemprotkan zat misterius di kompleks perbelanjaan mewah Ginza Six, Tokyo, Jepang, Senin (25/5).

Polisi Tokyo kini menduga zat tersebut merupakan semprotan merica atau pepper spray, sebagaimana dilaporkan media Jepang, Yomiuri Shimbun. Biasanya, semprotan tersebut mengandung bahan capsaicin.

Insiden terjadi di area ATM lantai dasar mal yang berada di distrik elite Ginza, pusat Tokyo. Jalanan di sekitar lokasi langsung ditutup, sementara petugas pemadam, ambulans, hingga tim hazmat diterjunkan ke lokasi.

Kantor berita NHK melaporkan sebagian besar korban mengalami gejala ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan iritasi saluran pernapasan.

Polisi Selidiki Dugaan Penyerangan

Juru bicara Kepolisian Tokyo, Yusuke Koide, mengatakan seorang pria menyemprotkan zat tak dikenal sebelum melarikan diri dari lokasi.

Dilansir Yumiori, polisi menemukan jejak zat mirip pepper spray di sekitar area ATM tempat kejadian.

Polisi kini menyelidiki kasus tersebut sebagai dugaan penyerangan.

Korban Mengeluh Tenggorokan Perih

Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana panik di dalam pusat perbelanjaan saat bau menyengat mulai tercium.

"Saya tiba-tiba batuk dan tenggorokan terasa sakit," kata seorang saksi bernama Yuzo Tsuda, 78 tahun, dikutip NHK.

Petugas medis mengevakuasi para korban di pusat perbelanjaan Ginza 6 Shopping Center, Tokyo, Senin (25/5/2026), setelah terjadi insiden penyemprotan zat misterius di area tersebut. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

"Tenggorokan saya terasa perih dan sakit," ucap saksi lainnya berusia 70 tahun.

AFP di lokasi melaporkan dua korban terlihat dievakuasi menggunakan tandu menuju ambulans, sementara petugas berpakaian pelindung khusus memeriksa pengunjung yang keluar dari gedung.

Jepang Sensitif terhadap Insiden Zat Kimia

Respons aparat Jepang dalam insiden ini tergolong besar karena negara tersebut memiliki trauma panjang terhadap serangan kimia, terutama sejak serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada 1995 oleh sekte Aum Shinrikyo.

Hingga kini polisi belum mengungkap identitas maupun motif pelaku. Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.