Zelensky Desak Dunia Hentikan Serangan Rusia Sebelum Bencana Nuklir Meletus
·waktu baca 2 menit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak para pemimpin Eropa untuk menghentikan invasi Rusia sebelum bencana nuklir meletus.
Desakan itu muncul usai PLTN Zaporizhzhia mengalami kebakaran akibat penembakan oleh militer Kremlin. Zelensky menuduh Rusia sengaja menembaki PLTN tersebut.
Dalam sebuah rekaman yang ia unggah di laman Facebook pribadi, Zelensky kemudian mengungkit tragedi Chernobyl.
"Untuk semua orang Ukraina, untuk semua orang Eropa, untuk semua orang yang tahu kata 'Chernobyl', berapa banyak korban yang ada," ujar Zelensky, seperti dikutip dari CNN pada Jumat (4/3/2022).
Bencana Chernobyl tahun 1986 yang terjadi di Soviet Ukraina merupakan kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah dunia. Kecelakaan tersebut menorehkan dampak yang bertahan lama.
"Tragedi itu merupakan bencana global yang mempengaruhi hidup ratusan ribu orang," jelas Zelensky.
Zelensky mengatakan, serangan Moskow terhadap pabrik nuklir merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Sebab, ledakan dapat menyebabkan bencana bagi seluruh benua.
"Ada 15 reaktor nuklir di Ukraina. Jika salah satunya meledak, itu akhir bagi semua orang, akhir dari Eropa," tegas Zelensky.
“Tidak ada negara selain Rusia yang pernah menembaki reaktor pembangkit listrik tenaga atom. Pertama kali, pertama kali dalam sejarah,” sambungnya.
Serangan Disengaja
Kebakaran hebat melanda PLTN Zaporizhzhia selepas pasukan Rusia menggencarkan tembakan yang menargetkan tempat itu.
Otoritas Ukraina mengerahkan 44 petugas pemadam kebakaran usai pertempuran mereda. Damkar mengarungi penembakan sebelum dapat mencapai lokasi kebakaran.
Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Tetapi, kebakaran melalap tiga dari lima lantai gedung.
Kendati demikian, Ukraina melaporkan, pembangkit listrik tersebut tidak mengalami kerusakan parah. Meski sempat melambung, tingkat radiasi saat ini juga dilaporkan masih dalam keadaan normal.
“Tank Rusia menembaki blok atom yang dilengkapi dengan pencitraan termal. Mereka tahu apa yang mereka tembak. Mereka sudah bersiap untuk serangan ini,” ujar Zelensky.
