Zelensky ke AS, Rusia Pastikan Dialog Damai dengan Ukraina Tak Akan Terwujud
·waktu baca 2 menit

Kremlin mengomentari lawatan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Washington. Itu merupakan lawatan pertama Zelensky keluar Ukraina usai invasi Rusia pada Februari lalu.
Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov lawatan Zelensky ke Amerika Serikat (AS) akan berujung sia-sia. Ia yakin, perdamaian antara Rusia dan Ukraina tidak akan terwujud hanya karena lawatan tersebut.
"Selama Barat masih memasok senjata ke Ukraina itu malah akan memperdalam konflik, bahkan bisa menjadi bumerang bagi Kiev," kata Peskov seperti dikutip dari Reuters.
Bahkan saat ditanya wartawan di Rusia apakah ada hal positif yang akan keluar dari pertemuan antara Zelensky dan Presiden AS Joe Biden, dengan singkat Peskov berkata "tidak."
Zelensky rencananya hanya akan berada kurang dari 24 jam di Washington. Selain bertemu Biden, Zelensky akan menyampaikan pidato di sesi gabungan parlemen AS.
AS adalah salah satu negara Barat yang paling banyak menggelontorkan bantuan ke Ukraina selama perang berlangsung. Total nilai bantuan AS mencapai USD 20 miliar, termasuk dengan pemberian senjata.
Sebelum berangkat ke Washington, Zelensky menyatakan bantuan senjata ke Ukraina belum cukup. Ia tak ragu meminta tambahan senjata ke Barat.
Dengan semakin banyaknya senjata dan lobi-lobi Ukraina mendapat bantuan amunisi, Kremlin menegaskan pembicaraan damai dengan Ukraina tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
