Zelensky Minta Negara G7 Kirim Bantuan Gas hingga Rudal Jarak Jauh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri baru Inggris Rishi Sunak mengunjungi sebuah pameran yang memamerkan kendaraan militer Rusia yang hancur, di Kiev, Ukraina, Sabtu (19/11/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri baru Inggris Rishi Sunak mengunjungi sebuah pameran yang memamerkan kendaraan militer Rusia yang hancur, di Kiev, Ukraina, Sabtu (19/11/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan mereka membutuhkan 2 miliar meter kubik gas untuk menghadapi musim dingin.

Hal itu disampaikan oleh Zelensky kepada negara-negara G7 pada Senin (12/12).

"Teror terhadap pembangkit listrik kami memaksa kami untuk menggunakan lebih banyak gas dari yang diharapkan. Inilah mengapa kami membutuhkan dukungan tambahan selama musim dingin ini," kata Zelensky dikutip dari AFP.

Selain itu, Zelensky mendesak G7 untuk mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina. Termasuk tank modern serta artileri roket dan rudal jarak jauh.

“Sayangnya, Rusia masih memiliki keunggulan dalam artileri dan rudal. Ini adalah fakta. Kemampuan tentara pendudukan inilah yang memicu arogansi Kremlin,” ucap dia.

Sejumlah tentara Ukraina beristirahat di sebuah jalan di wilayah Kherson, Ukraina, Jumat (9/12/2022). Foto: Anna Voitenko/Reuters

Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Zelensky mendesak Rusia segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan perang.

Ia meminta tentara Rusia untuk meninggalkan wilayah Ukraina sebelum Natal.

"Orang yang membawa perang ke atas kita harus mengambilnya," kata dia.